HARU BERKAT DALAM DOA

Rut 2:18-23

18 Diangkatnyalah itu, lalu masuklah ia ke kota. Ketika mertuanya melihat apa yang dipungutnya itu, dan ketika dikeluarkannya dan diberikannya kepada mertuanya sisa yang ada setelah kenyang itu, 19 maka berkatalah mertuanya kepadanya: “Di mana engkau memungut dan di mana engkau bekerja hari ini? Diberkatilah kiranya orang yang telah memperhatikan engkau itu!” Lalu diceritakannyalah kepada mertuanya itu pada siapa ia bekerja, katanya: “Nama orang pada siapa aku bekerja hari ini ialah Boas.” 20 Sesudah itu berkatalah Naomi kepada menantunya: “Diberkatilah kiranya orang itu oleh Tuhan yang rela mengaruniakan kasih setia-Nya kepada orang-orang yang hidup dan yang mati.” Lagi kata Naomi kepadanya: “Orang itu kaum kerabat kita, dialah salah seorang yang wajib menebus kita.” 21 Lalu kata Rut, perempuan Moab itu: “Lagipula ia berkata kepadaku: Tetaplah dekat pengerja-pengerjaku sampai mereka menyelesaikan seluruh penyabitan ladangku.” 22 Lalu berkatalah Naomi kepada Rut, menantunya itu: “Ya anakku, sebaiknya engkau keluar bersama-sama dengan pengerja-pengerjanya perempuan, supaya engkau jangan disusahi orang di ladang lain.” 23 Demikianlah Rut tetap dekat pada pengerja-pengerja perempuan Boas untuk memungut, sampai musim menuai jelai dan musim menuai gandum telah berakhir. Dan selama itu ia tinggal pada mertuanya.

Sobat Teruna, pernahkah mendengar acara TV Indonesia, seperti “Uang Kaget”, “Tolong”, “Bedah Rumah”, “Survivor”, dan beberapa acara reality show yang ditujukan untuk menolong orang asing yang berkekurangan? Tak jarang kita ikut terharu bahkan terkuras air mata menyaksikan senyum bahagia dari saudara-saudara yang mendapat berkat dari acara-acara di atas. Dengan mudahnya mereka berkata, “Terima kasih, Tuhan!” atau “Alhamdulillah” dan sontak mendoakan si orang yang menolong bahkan presenternya.

Jika pada zaman dahulu sudah ada acara reality show, mungkin sudah banyak tokoh Alkitab yang masuk dalam acara reality ini baik sebagai si Penolong atau pun yang Tertolong. Salah satunya adalah Boas, Rut dan Naomi. Dalam pembacaan kita hari ini, Naomi dengan luapan kebahagiaannya, mengucap syukur kepada Tuhan dan memohon agar Ia memberkati Boas, Sang Penolong hingga 2 kali (ay.19 dan 20).

Ketika kita menolong orang yang membutuhkan tanpa pamrih, terkadang mereka akan membalasnya dengan doa. Doa berkat seperti yang diucapkan Naomi patutlah kita syukuri dan imani, karena bisa saja kesuksesan dan berkat yang Tuhan curahkan kepada kita suatu hari nanti adalah berkat dari doa-doa orang asing yang telah kita tolong.

Daripada semuanya itu, marilah kita tidak mengejar doa berkat atas pertolongan kita kepada yang membutuhkan, tetapi kejarlah kerajaan Allah, dengan meneladani Yesus yang selalu dekat dengan orang miskin dan menderita di masa hidup-Nya (bnd. Luk 4:18). Mari menolong bukan unjuk gigi seperti “Reality Show” tapi menolong yang “Real” dari hati.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Aku ada karena Engkau telah mengasihiku. Biarkan aku mengasihi orang lain di luar sana, terlebih yang membutuhkan, menderita dan kekurangan.