MENYELESAIKAN MASALAH DENGAN HIKMAT ALLAH

Rut 3:14-18

14 Jadi berbaringlah ia tidur di sebelah kakinya sampai pagi; lalu bangunlah ia, sebelum orang dapat kenal-mengenal, sebab kata Boas: “Janganlah diketahui orang, bahwa seorang perempuan datang ke tempat pengirikan.” 15 Lagi katanya: “Berikanlah selendang yang engkau pakai itu dan tadahkanlah itu.” Lalu ditadahkannya selendang itu. Kemudian ditakarnyalah enam takar jelai ke dalam selendang itu. Sesudah itu pergilah Boas ke kota. 16 Setelah perempuan itu sampai kepada mertuanya, berkatalah mertuanya itu: “Bagaimana, anakku?” Lalu diceritakannyalah semua yang dilakukan orang itu kepadanya 17 serta berkata: “Yang enam takar jelai ini diberikannya kepadaku, sebab katanya: Engkau tidak boleh pulang kepada mertuamu dengan tangan hampa.” 18 Lalu kata mertuanya itu: “Duduk sajalah menanti, anakku, sampai engkau mengetahui, bagaimana kesudahan perkara itu; sebab orang itu tidak akan berhenti, sebelum diselesaikannya perkara itu pada hari ini juga.”

Masalah merupakan bagian yang tidak pernah terpisahkan dalam kehidupan semua manusia. Tetapi, meskipun semua manusia pernah menghadapi masalah, ternyata tidak semua manusia memiliki cara yang sama dalam menyikapi setiap masalah yang datang di dalam hidupnya. Ada yang menghadapi dengan emosi, tetapi ada juga yang bijak dan penuh hikmat dalam menghadapi masalahnya.

Boas menghadapi masalah tentang permohonan Rut agar Boas menebusnya sebagai istri. Rut adalah seorang janda dan ia merupakan perempuan dari bangsa asing yaitu bangsa Moab. Ia seorang janda yang sangat hormat kepada Naomi, mertuanya.

Suatu hari, mertuanya menyarankan agar dirinya yang masih muda mencari perlindungan dari seorang pria yaitu meminta Ruth menikah demi kebahagiaan Rut. Maka Rut taat melakukan saran mertuanya agar ia datang kepada Boas untuk menyampaikan permohonan tentang penebusan bagi dirinya. Kedatangan Rut pastinya membuat Boas kaget, tetapi apa yang dilakukan oleh Boas?. Cara Boas menghadapi Rut memberikan sebuah teladan agar orang percaya menyelesaikan masalah dengan bijak dan berhikmat. Boas bisa saja marah terhadap Rut yang tiba-tiba datang pada malam hari dan memohon untuk ditebus. Tetapi ia memilih untuk menyelesaikan masalah itu bukan dengan emosi. Ia menyelesaikan dengan memperhatikan hukum taurat dan tradisi yang berlaku. Ia berjanji menikahi Rut jika seorang penebus yang memiliki hubungan lebih dekat dengan Elimelekh tidak menebusnya. Ia tidak mau bertindak gegabah dan menyalahi hukum yang berlaku.

Sobat Teruna, hari ini kita diingatkan bahwa masalah harus dihadapi dengan bijak dan penuh hikmat berdasarkan firman-Nya. Mari berjuang untuk selalu mengetahui kehendak-Nya dengan tidak pernah bosan membangun hubungan baik bersama Allah.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Aku Ya, Tuhan berikanku kesabaran agar aku dapat menyelesaikan masalah dengan bijak dan penuh hikmat-Mu.