MENGAMPUNI, BISAKAH?

17 May 2018

 

 

Kolose 3:12-14

 

12 Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. 13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. 14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

 

Mendiang Nelson Mandela adalah presiden kulit hitam pertama di Afrika Selatan, periode 1994-1999, lahir di Mvezo, Propinsi Cape tanggal 18 Juli 1918. Dia adalah sosok yang sangat dicintai banyak orang, terutama rakyat Afrika Selatan. Sebelum menjadi presiden, Nelson Mandela pernah dipenjarakan selama 27 tahun (1964-1990) oleh pemerintah yang berkuasa di Afrika Selatan. Ia dipenjarakan karena memperjuangkan kedudukan dan kesetaraan hak kaum kulit hitam yang sering dianggap rendah dan hina oleh kaum kulit putih di Afrika Selatan. Selama dalam penjara, Nelson Mandela disiksa oleh seorang sipir penjara yang sangat kejam.

 

Pada tahun 1990, atas desakan dunia, Nelson Mandela dibebaskan dari penjara. Tidak lama kemudian ia menjadi presiden Afrika Selatan. Ada cerita menarik tentang Nelson Mandela saat ia sudah menjabat sebagai presiden Afrika Selatan. Suatu hari, ia menyuruh ajudannya untuk mencari sipir penjara yang sering menyiksanya selama ia berada di dalam penjara. Ia meminta agar sipir tersebut di bawa ke hadapannya. Akhirnya, ajudan Mandela berhasil menemukan sang sipir penjara. Sang Sipir sangat ketakutan, karena ia berpikir bahwa Mandela akan menghukumnya. Tetapi apa yang terjadi tidak demikian. Ketika bertemu, Mandela memeluk sipir itu sambil berkata : "Hal pertama yang kulakukan ketika menjadi presiden adalah mengampunimu". Dengan tulus Mandela mengampuni sipir penjara tersebut.

 

Ketika kita memulai hari ini, marilah ingatlah; apakah kita masih menyimpan dendam dan amarah terhadap orang yang berbuat jahat kepada kita? Tuhan menghendaki kita untuk belajar mengampuni mereka bahkan mendoakan mereka, seperti yang telah Tuhan Yesus lakukan. Mengapa? Karena Tuhan juga telah mengampuni kita. Mari belajar mengampuni, bukan menyimpan dendam.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Tuhan Yesus, Engkau sudah mengampuni aku yang berdosa. Ajar aku juga untuk mengampuni orang yang berbuat jahat kepadaku.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon