PEDULI SIKAP PEMBAWA DAMAI

Nehemia 1:1-6

1 Riwayat Nehemia bin Hakhalya. Pada bulan Kislew tahun kedua puluh, ketika aku ada di puri Susan, 2 datanglah Hanani, salah seorang dari saudara-saudaraku dengan beberapa orang dari Yehuda. Aku menanyakan mereka tentang orang-orang Yahudi yang terluput, yang terhindar dari penawanan dan tentang Yerusalem. 3 Kata mereka kepadaku: “Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar.” 4 Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit, 5 kataku: “Ya, Tuhan, Allah semesta langit, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya, 6 berilah telinga-Mu dan bukalah mata-Mu dan dengarkanlah doa hamba-Mu yang sekarang kupanjatkan ke hadirat-Mu siang dan malam bagi orang Israel, hamba-hamba-Mu itu, dengan mengaku segala dosa yang kami orang Israel telah lakukan terhadap-Mu. Juga aku dan kaum keluargaku telah berbuat dosa.

Berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 merupakan tonggak awal tumbuhnya nasionalisme di Indonesia untuk berjuang mencapai kemerdekaan. Memunculkan kesadaran perlunya persatuan dari seluruh rakyat Indonesia yang sebelumnya hanya dilakukan pada masing-masing daerah, sehingga tanggal 20 Mei ditetapkan sebagai salah satu hari besar nasional di Indonesia yang diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional.

Ketika mendengar kabar tentang orang-orang Yahudi yang terluput dari penawanan di Babel sedang dalam kesulitan besar dan tentang keadaan tembok Yerusalem yang mengalami rusak berat, Nehemia menangis dan berkabung untuk bangsanya. Bahkan Nehemia berpuasa dan berdoa kepada Tuhan memohonkan pengampunan bagi bangsanya, dirinya dan kaum keluarganya atas apa yang dilakukan sehingga bangsanya harus mengalami penderitaan seperti itu. Walaupun Nehemia mempunyai kedudukan tinggi di bangsa lain, yaitu Persia, namun ia tidak pernah melupakan bangsanya sendiri, Ia terbeban dengan keadaan yang menimpa bangsanya dan menyadari perlunya menyerahkan kepada Tuhan dengan mendoakan bagi pemulihan bangsanya.

Sobat Teruna, lewat Nehemia kita diajarkan untuk memiliki kepedulian pada bangsa yang Tuhan telah berikan kepada kita. Tidak perlu menunggu dengan melakukan hal yang besar untuk menunjukkan sikap kepedulian kita. Setiap anak-anak Tuhan yang ada di bangsa ini dapat bersatu hati memanjatkan doa kepada Tuhan bagi bangsa dan negara kita, Indonesia, agar senantiasa tercipta kedamaian dan kesejahteraan untuk seluruh rakyat Indonesia. Berdoa bagi bangsa Indonesia adalah hal yang dapat kita lakukan setiap waktu sebagai wujud kepedulian dan kecintaan kita kepada bangsa dan negara ini.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan ajar aku untuk mempunyai hati yang peduli terhadap bangsaku karena aku telah Engkau tempatkan menjadi bagian di bangsa tercinta ini.