MELAKUKAN DENGAN SEPENUH HATI

Nehemia 7:1-3

1 Setelah tembok selesai dibangun, aku memasang pintu-pintu. Lalu diangkatlah penunggu-penunggu pintu gerbang, para penyanyi dan orang-orang Lewi. 2 Pengawasan atas Yerusalem aku serahkan kepada Hanani, saudaraku, dan kepada Hananya, panglima benteng, karena dia seorang yang dapat dipercaya dan yang takut akan Allah lebih dari pada orang-orang lain. 3 Berkatalah aku kepada mereka: “Pintu-pintu gerbang Yerusalem jangan dibuka sampai matahari panas terik. Dan pintu-pintunya harus ditutup dan dipalangi, sementara orang masih bertugas di tempatnya. Tempatkanlah penjaga-penjaga dari antara penduduk Yerusalem, masing-masing pada tempat-tempat penjagaan dan di depan rumahnya.”

Sebuah peribahasa mengatakan “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”, menggambarkan bahwa walaupun pekerjaan yang dilakukan berat, bila dikerjakan secara bersama-sama akan terasa ringan dan dapat diselesaikan. Itu pula yang terjadi dengan Nehemia dan orang-orang Yahudi di Yehuda. Sekalipun mendapat pertentangan dan hambatan, dengan dikerjakan bersama dan sepenuh hati, akhirnya selesai pula pekerjaan pembangunan kembali tembok Yerusalem dalam waktu lima puluh dua hari (Nehemia 6:15).

Pembacaan Alkitab pada hari ini menceritakan bahwa setelah tembok Yerusalem selesai dibangun dan pemasangan pintu-pintu sudah dilakukan, Nehemia tidak berpuas diri begitu saja dan menganggap sudah selesai tugasnya. Tetapi ia mengangkat para penunggu pintu gerbang, para penyanyi dan orang-orang Lewi. Nehemia pun segera melakukan pengaturan untuk pengamanan kota itu. Dipilihnya untuk pengawasan terhadap Yerusalem, orang-orang yang dapat dipercaya dan takut akan Tuhan, yaitu Hanani saudaranya dan Hananya sebagai kepala benteng. Nehemia juga meminta adanya penjaga-penjaga dari antara penduduk Yerusalem yang ditempatkan di setiap pos penjagaan. Walaupun pembangunan tembok Yerusalem seluruhnya telah selesai dilakukan dan menandakan Yehuda aman dari serangan musuh, namun kewaspadaan tetap penting dilakukan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Sebagai pemimpin yang baik, Nehemia menjalankan tanggung jawabnya sebagai bupati dengan sepenuh hati. Tidak mencari keuntungan pribadi tetapi memikirkan kesejahteraan dan keamanan bagi rakyatnya.

Sobat Teruna, menjadi pribadi yang bertanggung jawab atas tugas atau pekerjaan yang diberikan kepada kita, akan menjadi kedamaian bagi sesama. Janganlah cepat berpuas diri apabila apa yang kita lakukan dapat terselesaikan dengan baik. Teruslah berkarya dengan baik dan senantiasa menjadi berkat.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan Tuhan Yesus yang baik, mampukan aku melakukan segala tanggung jawabku dengan baik dan dengan sepenuh hati.