INNER BEAUTY

Ester 4:1-17, Ester 5:1-8

1 Setelah Mordekhai mengetahui segala yang terjadi itu, ia mengoyakkan pakaiannya, lalu memakai kain kabung dan abu, kemudian keluar berjalan di tengah-tengah kota, sambil melolong-lolong dengan nyaring dan pedih. 2 Dengan demikian datanglah ia sampai ke depan pintu gerbang istana raja, karena seorang pun tidak boleh masuk pintu gerbang istana raja dengan berpakaian kain kabung. 3 Di tiap-tiap daerah, ke mana titah dan undang-undang raja telah sampai, ada perkabungan yang besar di antara orang Yahudi disertai puasa dan ratap tangis; oleh banyak orang dibentangkan kain kabung dengan abu sebagai lapik tidurnya. 4 Ketika dayang-dayang dan sida-sida Ester memberitahukan hal itu kepadanya, maka sangatlah risau hati sang ratu, lalu dikirimkannyalah pakaian, supaya dipakaikan kepada Mordekhai dan supaya ditanggalkan kain kabungnya dari padanya, tetapi tidak diterimanya. 5 Maka Ester memanggil Hatah, salah seorang sida-sida raja yang ditetapkan baginda melayani dia, lalu memberi perintah kepadanya menanyakan Mordekhai untuk mengetahui apa artinya dan apa sebabnya hal itu. 6 Lalu keluarlah Hatah mendapatkan Mordekhai di lapangan kota yang di depan pintu gerbang istana raja, 7 dan Mordekhai menceritakan kepadanya segala yang dialaminya, serta berapa banyaknya perak yang dijanjikan oleh Haman akan ditimbang untuk perbendaharaan raja sebagai harga pembinasaan orang Yahudi. 8 Juga salinan surat undang-undang, yang dikeluarkan di Susan untuk memunahkan mereka itu, diserahkannya kepada Hatah, supaya diperlihatkan dan diberitahukan kepada Ester. Lagipula Hatah disuruh menyampaikan pesan kepada Ester, supaya pergi menghadap raja untuk memohon karunianya dan untuk membela bangsanya di hadapan baginda. 9 Lalu masuklah Hatah dan menyampaikan perkataan Mordekhai kepada Ester. 10 Akan tetapi Ester menyuruh Hatah memberitahukan kepada Mordekhai: 11 “Semua pegawai raja serta penduduk daerah-daerah kerajaan mengetahui bahwa bagi setiap laki-laki atau perempuan, yang menghadap raja di pelataran dalam dengan tiada dipanggil, hanya berlaku satu undang-undang, yakni hukuman mati. Hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan tetap hidup. Dan aku selama tiga puluh hari ini tidak dipanggil menghadap raja.” 12 Ketika disampaikan orang perkataan Ester itu kepada Mordekhai, 13 maka Mordekhai menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Ester: “Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi. 14 Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.” 15 Maka Ester menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Mordekhai: 16 “Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangku pun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.” 17 Maka pergilah Mordekhai dan diperbuatnyalah tepat seperti yang dipesankan Ester kepadanya.

1 Pada hari yang ketiga Ester mengenakan pakaian ratu, lalu berdirilah ia di pelataran dalam istana raja, tepat di depan istana raja. Raja bersemayam di atas takhta kerajaan di dalam istana, berhadapan dengan pintu istana itu. 2 Ketika raja melihat Ester, sang ratu, berdiri di pelataran, berkenanlah raja kepadanya, sehingga raja mengulurkan tongkat emas yang di tangannya ke arah Ester, lalu mendekatlah Ester dan menyentuh ujung tongkat itu. 3 Tanya raja kepadanya: “Apa maksudmu, hai ratu Ester, dan apa keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan diberikan kepadamu.” 4 Jawab Ester: “Jikalau baik pada pemandangan raja, datanglah kiranya raja dengan Haman pada hari ini ke perjamuan yang diadakan oleh hamba bagi raja.” 5 Maka titah raja: “Suruhlah Haman datang dengan segera, supaya kami memenuhi permintaan Ester.” Lalu raja datang dengan Haman ke perjamuan yang diadakan oleh Ester. 6 Sementara minum anggur bertanyalah raja kepada Ester: “Apakah permintaanmu? Niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan dipenuhi.” 7 Maka jawab Ester: “Permintaan dan keinginan hamba ialah: 8 Jikalau hamba mendapat kasih raja, dan jikalau baik pada pemandangan raja mengabulkan permintaan serta memenuhi keinginan hamba, datang pulalah kiranya raja dengan Haman ke perjamuan yang akan hamba adakan bagi raja dan Haman; maka besok akan hamba lakukan yang dikehendaki raja.”

Jauh sebelum ada ajang “Miss Universe” atau “Miss World”, kontes “Ratu Kecantikan” pertama dunia telah diadakan oelh Raja Ahasyweros dari Persia, yang menguasai 127 daerah dari India sampai Etiopia, pada tahun 485-465 SM. Kontes “Ratu Kecantikan” itu dimenangkan Ester, gadis keturunan Yahudi yang elok perawakannya dan cantik parasnya. Ketika menghadap Raja Ahasyweros, Ester mendapat kasih sayang raja dibandingkan para gadis lainnya. Raja kemudian memakaikan mahkota kerajaan dan mengangkatnya menjadi ratu. Perubahan status sosial Ester itu, tak membuatnya lupa diri atau sombong. Dia tidak melupakan jasa Mordekhai, ayah angkatnya, dan sadar diri akan keberadaanya sebagai keturunan Yahudi, meskipun telah menjadi Ratu Persia. Hal itu, tergambar dalam bacaan firman kita hari ini. Ester tidak mementingkan posisinya, saat mendapat kabar dari Mordekhai tentang rencana jahat Haman untuk memusnahkan orang Yahudi. Ester meminta dukungan orang-orang Yahudi atas rencananya menghadap Raja, dia bahkan rela mengorbankan nyawanya, demi memperjuangkan keselamatan orang-orang Yahudi (Ester 4:16). Tak hanya itu, Ester pun tidak terburu-buru mengungkapkan keingian hatinya, tetapi mengutamakan menyenangkan hati Raja (Ester 5:4). Sikap Ester yang sadar diri akan latar belakangnya, meskipun telah menjadi seorang ratu, menunjukkan karakter pribadinya yang rendah hati. Karakter inilah yang membuatnya selalu mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari semua orang yang mengenalnya, bukan karena parasnya yang cantik.

Sobat Teruna, lewat bacaan firman hari ini kita belajar dari sosok Ester, bahwa ada kecantikan yang lebih penting dimiliki setiap orang, khususnya perempuan, yaitu inner beauty (kecantikan dari dalam). Sangat mudah untuk memukau banyak orang lewat kecantikan fisik, tetapi orang yang rendah hati lah yang mampu memancarkan kecantikan yang menyentuh hati.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Allah yang Mahasempurna, berikanlah aku kerendahan hati seperti ratu Ester, agar aku dapat menyentuh hati semua orang karena inner beauty yang Tuhan berikan.