BIJAK 3: TAHU BERTERIMAKASIH

 

Lukas 17:11-19

11 Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. 12 Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh 13 dan berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!” 14 Lalu Ia memandang mereka dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. 15 Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, 16 lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. 17 Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? 18 Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?” 19 Lalu Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

 

Salah satu didikan orangtua masa kecil yang masih saya ingat dan lakukan sampai saat ini adalah mengucapkan “terimakasih”. Ungkapan yang menyatakan kita bersyukur atas pemberian yang diberikan kepada kita. Apakah kita juga mengucapkan “terimakasih” jika diberi atau dibantu orang lain. Hal sepele namun sering lupa untuk dilakukan.

Menyatakan “terimakasih” kepada Yesus atas kesembuhan yang diberikan hanya dilakukan oleh satu orang saja. Lukas 17:11-19 menceritakan bahwa dalam perjalanan Yesus ke Yerusalem dan menyusuri perbatasan Samaria serta Galilea, ada sepuluh orang yang sakit kusta dan memohon kesembuhan dari Yesus (ay.11-13). Lebih lanjut diceritakan bahwa mereka menjadi tahir dalam perjalanan menuju para imam. Salah seorang dari mereka yang menyadari dirinya telah disembuhkan oleh Yesus, kembali sambil memuliakan Yesus, tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Yesus pun mempertanyakan kesembilan orang lainnya, karena hanya satu orang yang kembali dan memuliakan-Nya. Makna ungkapan Yesus adalah bagaimana respons yang kita berikan kepada Yesus atas berkat yang diberikan-Nya kepada kita. Kita bersyukur atau diam saja.

Teruna yang bijak adalah teruna yang tahu berterimakasih. Berterimakasih kepada Tuhan. Tuhan telah memberikan segala kebutuhan kita. Kita bisa bersekolah dan dipenuhi segala kebutuhan hidup melalui orangtua atau orang yang mengasihi kita. Sepatutnyalah kita berterimakasih. Dalam berterimakasih berarti kita menyadari segala yang kita peroleh hanya dari Tuhan dan Tuhan mengetahui kebutuhan diri kita. Jadi apa pun yang kita peroleh dalam hidup ini: dari Tuhan, orangtua atau teman sekalipun, jangan lupa untuk mengatakan “terimakasih”. Terimakasih Tuhan atas renungan hari ini.

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Kristus,Terimakasih Bapa atas berkat dan kasih-Mu sepanjang hidupku.