BIJAK 4: RENDAH HATI

Matius 8:5-13

5 Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: 6 “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.” 7 Yesus berkata kepadanya: “Aku akan datang menyembuhkannya.” 8 Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. 9 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.” 10 Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel. 11 Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga, 12 sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.” 13 Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.

Teruna pasti pernah mengalami masalah entah itu masalah di sekolah dengan teman, di rumah dengan Papa Mama, atau yang berkaitan dengan kesehatan. Masalah sering membuat kita pusing. Bagaimana menyelesaikannya. Kita tidak mampu untuk menyelesaikan sendiri. Mungkin kita membutuhkan orang lain dalam menyelesaikannya. Persoalannya adalah bagaimana cara kita meminta supaya orang lain bisa membantu menyelesaikan masalah yang kita hadapi.

Adalah seorang perwira yang sedang menghadapi masalah. Hamba dari perwira tersebut terbaring sakit. Perwira tersebut tidak tahu harus bagaimana menyembuhkan hambanya yang sakit. Dia datang kepada Yesus. Perwira itu memohon agar Yesus menyembuhkan hambanya. Yesus mau menyembuhkan hamba dari perwira itu. Yesus akan datang kerumahnya, namun perwira tersebut menolak kehadiran Yesus di rumahnya. Penolakan bukan karena tidak mau menerima Yesus di rumahnya. Perwira menyadari dirinya adalah seorang bawahan yang tidak layak menerima Yesus. Yesus heran mendengar perkataan perwira tersebut karena kerendahan hatinya (ayat 10). Perwira tersebut sadar siapa dirinya di hadapan Tuhan. Tuhan pun menyembuhkan hamba dari perwira itu (ayat 13).

Sobat Teruna, seringkali kita melupakan Tuhan ketika masalah muncul. Kita merasa seakan-akan mampu mengatasi sendiri. Lebih parah jika ada orang lain yang menolong, kita tidak menunjukkan kerendahan hati. Kerendahan hati karena ada orang yang peduli dengan masalah kita, yang mau menyelesaikan masalah kita. Oleh karena itu, jadilah teruna yang mampu merendahkan diri dalam situasi dan kondisi apa pun. Dampaknya kita bisa menghadapai masalah apa pun yang kita hadapi. Jangan pernah meninggikan diri. Sehebat apa pun kita selaku teruna, kesombongan akan membawa kita jauh dari kehendak Tuhan.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Aku mau merendahkan diri di hadapan-Mu Tuhan, supaya aku dapat mengenal hikmat dan kasih-Mu.