FIRMAN-MU PELITA BAGI KAKIKU

21 Jun 2018

 

 

II Raja-raja 2:1-11

 

1 Yosia berumur delapan tahun pada waktu ia menjadi raja dan tiga puluh satu tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Yedida binti Adaya, dari Bozkat. Ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan dan hidup sama seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri. Dalam tahun yang kedelapan belas zaman raja Yosia maka raja menyuruh Safan bin Azalya bin Mesulam, panitera itu, ke rumah Tuhan, katanya: “Pergilah kepada imam besar Hilkia; suruhlah ia menyerahkan seluruh uang yang telah dibawa ke dalam rumahTuhan yang telah dikumpulkan dari pihak rakyat oleh penjaga-penjaga pintu; baiklah itu diberikan mereka ke tangan para pekerja yang diangkat untuk mengawasi rumah Tuhan, supaya diberikan kepada tukang-tukang yang ada di rumah Tuhan untuk memperbaiki kerusakan rumah itu, yaitu kepada tukang-tukang kayu, tukang-tukang bangunan dan tukang-tukang tembok, juga bagi pembelian kayu dan batu pahat untuk memperbaiki rumah itu. Tetapi tidak usahlah mengadakan perhitungan dengan mereka mengenai uang yang diberikan ke tangan mereka, sebab mereka bekerja dengan jujur.” Berkatalah imam besar Hilkia, kepada Safan, panitera itu: “Telah kutemukan kitab Taurat itu di rumah Tuhan!” Lalu Hilkia memberikan kitab itu kepada Safan, dan Safan terus membacanya. Kemudian Safan, panitera itu, masuk menghadap raja, disampaikannyalah kabar tentang itu kepada raja: “Hamba-hambamu ini telah mengambil seluruh uang yang terdapat di rumah Tuhan dan memberikannya ke tangan para pekerja yang diangkat mengawasi rumah itu.” 10 Safan, panitera itu, memberitahukan juga kepada raja: “Imam Hilkia telah memberikan kitab kepadaku,” lalu Safan membacakannya di depan raja. 11 Segera sesudah raja mendengar perkataan kitab Taurat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya.

 

Pepatah “buah jatuh tak jauh dari pohonnya” sering diucapkan ketika perilaku anak sama dengan perilaku orang tuanya. Padahal nggak semuanya seperti itu. Ada anak yang sikapnya baik tetapi memiliki orang tua yang suka mabuk-mabukan. Begitu sebaliknya. Ada orang tua yang baik hati tetapi anaknya kedapatan mencuri.

 

Raja Yosia memiliki kakek (Manasye) dan ayah (Amon). Mereka adalah pemimpin yang jahat dan hidup dalam penyembahan berhala. Amon dibunuh oleh pegawai-pegawainya padahal baru dua tahun bertahta. Lalu Yosia mengganti ayahnya sebagai raja ketika usianya baru delapan tahun.

 

Sulit membayangkan apa yang diperbuat Yosia bagi bangsanya di usia semuda itu. Bisa saja Yosia meniru cara kakek dan ayahnya. Tetapi dia memutuskan hidup seperti bapa leluhurnya Daud yang menyembah satu-satunya Tuhan yang benar. Yosia menghancurkan kuil-kuil penyembahan, patung-patung dan tiang-tiang berhala serta mentahirkan seluruh tanah Israel (2 Tawarikh 34:3-7). Kemudian dia memerintahkan perbaikan rumah TUHAN karena bangungan itu terbengkalai selama kepemimpinan kakek dan ayahnya. Saat proses persiapan pemugaran bangunan itulah Kitab Taurat ditemukan kembali. Ayat 11 pada bacaan kita menyaksikan Yosia yang bersedih hati karena bangsanya telah lama melanggar hukum Allah (Kel. 20:3-5). Dia tahu ia harus menanggung pembalasan Allah atas kejahatan kakek dan ayahnya (Kel. 20:5, 2 Raja-raja 22:13). Meski demikian, Yosia tetap mencari tahu kehendak Tuhan bagi rakyat dan bangsanya (ay. 13).

 

Sobat Teruna, mari belajar dari Yosia yang sejak masih muda selalu mencari kehendak Tuhan. Baca dan renungkan Alkitab setiap hari. Biarlah firman Tuhan bekerja memandu kita sebagai pelita dan terang bagi kehidupan kita.

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Kusadari kasih-Mu yang begitu besar ya Bapa, bahwa Engkau tidak akan membiarkanku hidup tersesat. Namun aku sering menyia-nyiakan kesempatan untuk mengenal kehendak-Mu. Ampunilah aku. Biarlah kebenaran firman-Mu yang menjadi panduku.

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon