HIDUP DALAM KERENDAHAN HATI

25 Jun 2018

 

 

Matius 15:21-24

 

21 Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. 22 Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.” 23 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: “Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak.” 24 Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”

 

Dalam film-film sinetron sering diceritakan tentang permusuhan remaja antar kelompok. Permusuhan itu terkadang menimbulkan pertengkaran bahkan perkelahian antar kelompok. Pokoknya kalau bukan anggota kelompoknya, maka mereka akan dimusuhi. Mereka hanya membangun relasi baik dengan sesama anggota kelompok mereka saja.

 

Permusuhan tidak hanya terjadi dalam kehidupan kita saat ini, tetapi juga terjadi sejak dahulu pada orang Yahudi dan orang Kanaan, mereka bermusuhan. Orang Yahudi memandang bahwa orang Kanaan adalah orang kafir, sebab itu mereka tidak bergaul dan tidak bersahabat. Perbedaan di antara mereka inilah yang memengaruhi perilaku murid-murid Yesus ketika ada seorang perempuan Kanaan yang datang kepada Yesus meminta pertolongan. Bagi para murid, perempuan Kanaan ini tidak layak mendapatkan pertolongan karena statusnya. Karena itu, mereka meminta kepada Yesus agar menyuruh perempuan tersebut pergi. Namun Yesus memberikan pengajaran kepada murid-murid-Nya bahwa ia datang bukan untuk orang Israel saja tetapi juga untuk domba-domba yang sesat. Sikap Yesus berbeda dengan sikap murid-murid-Nya. Kepopuleran Yesus, membuat murid-murid Yesus menjadi angkuh dan meremehkan orang lain yang memiliki status sosial yang berbeda. Namun Yesus memberikan contoh yang konkrit kepada murid-murid-Nya bahwa hidup dalam kerendahan hati mendatangkan berkat bagi orang lain. Kerendahan hati membawa murid-murid membangun persahabatan dengan orang lain. Kerendahan hati cara kita memuliakan Tuhan.

 

Sobat Teruna, marilah kita belajar untuk tidak memandang rendah orang lain. Yesus mau kita bersaksi tentang kasih-Nya melalui kehidupan kita yang senantiasa mau menjadi contoh yang baik bagi teman-teman yang lain dengan hidup dalam kerendahan hati. Kerendahan hati membawa kita untuk membangun persahabatan yang luas dengan orang lain yang berbeda dengan kita.

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Tuhan, berilah kepadaku hikmat agar aku selalu sikap rendah hati dalam bergaul dengan orang lain.

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon