MEMBANGUN PERSAUDARAAN

29 Jun 2018

 

 

Kisah Para Rasul 18:1-8

 

Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus. Di Korintus ia berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila, isterinya, karena kaisar Klaudius telah memerintahkan, supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Paulus singgah ke rumah mereka. Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah. Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani. Ketika Silas dan Timotius datang dari Makedonia, Paulus dengan sepenuhnya dapat memberitakan firman, di mana ia memberi kesaksian kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesus adalah Mesias. Tetapi ketika orang-orang itu memusuhi dia dan menghujat, ia mengebaskan debu dari pakaiannya dan berkata kepada mereka: “Biarlah darahmu tertumpah ke atas kepalamu sendiri; aku bersih, tidak bersalah. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain.” Maka keluarlah ia dari situ, lalu datang ke rumah seorang bernama Titius Yustus, yang beribadah kepada Allah, dan yang rumahnya berdampingan dengan rumah ibadat. Tetapi Krispus, kepala rumah ibadat itu, menjadi percaya kepada Tuhan bersama-sama dengan seisi rumahnya, dan banyak dari orang-orang Korintus, yang mendengarkan pemberitaan Paulus, menjadi percaya dan memberi diri mereka dibaptis.

 

Sebuah film menarik berjudul PI menceritakan seorang anak laki-laki keturunan India ketika pergi bersama keluarganya mengalami masalah di tengah laut. Kapal oleng dan tenggelam tetapi anak laki-laki ini dapat menyelamatkan diri dan terkatung-katung selama berhari-hari di atas sekoci kapal. Di dalam sekoci itu ia berhadapan dengan seekor singa yang kelaparan. Mereka sering bertempur. Namun anak laki-laki ini sangat mengasihi singa itu. Ia selalu mencari makan untuk singa. Lama kelamaan mereka bersahabat dan hidup sudah seperti saudara.

 

Ilustrasi di atas mengatakan bahwa membangun persaudaraan akan membawa kesejahteraan hidup. Teladan untuk membangun persaudaraan itu dapat kita lihat dalam diri Paulus. Ia melanjutkan perjalanan Perkabaran Injil ke Korintus setelah di Atena ditolak. Kota Korintus dikenal sebagai kota pusat perdagangan dan juga sebagai rumah berhala Aprodhite, dewi cinta kasih. Ketika Kaisar Klaudius memerintahkan orang Yahudi untuk keluar dari kota Roma maka Akwila dan Priskila pergi meninggalkan kota Roma dan tinggal di Korintus. Dalam perjalanan, mereka berjumpa dengan Paulus. Sebagai tukang penyamak kulit dan pembuat kemah, Paulus tinggal bersama mereka. Membangun persaudaraan meskipun baru mengenal. Saling menerima dan menguatkan. Di sisi lain, Paulus juga membangun persaudaran dengan Titius Yustus dan Krispus, kepala rumah ibadat. Membangun persaudaraan adalah cara memberitakan Injil dan memperkenalkan Kristus kepada orang lain.

 

Sobat Teruna, kemana pun kita pergi dan di mana pun kita berada, kita dapat belajar seperti Paulus, membangun hidup persaudaraan dengan orang lian. Meskipun orang yang kita kenal berbeda suku, agama ataupun bangsanya. Membangun persaudaraan bagian dari cara kita bersaksi tentang Kristus, juga cara kita menciptakan damai sejahtera di tengah masyarakat.

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Ya Tuhan, jadikan aku pribadi yang senantiasa membangun persaudaraan di mana pun berada.

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon