MAUKAH BERKORBAN?

3 Jul 2018

 

 

Yesaya 53:1-7

 

1 Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar,dan kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan? Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan Tuhandan sebagai tunas dari tanah kering.Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia,dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya. Ia dihina dan dihindari orang,seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan;ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap diadan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. 4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya,dan kesengsaraan kita yang dipikulnya,padahal kita mengira dia kena tulah,dipukul dan ditindas Allah. 5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita,dia diremukkan oleh karena kejahatan kita;ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya,dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba,masing-masing kita mengambil jalannya sendiri,tetapi Tuhan telah menimpakan kepadanyakejahatan kita sekalian. 7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindasdan tidak membuka mulutnyaseperti anak domba yang dibawa ke pembantaian;seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya,ia tidak membuka mulutnya.

 

Manusia yang hidup di dunia ini pasti mau hidup bahagia. Namun, meskipun semua manusia mau hidupnya bahagia, realitanya setiap manusia memiliki standar ukuran yang sama tentang kebahagiaan dalam hidupnya. Salah satunya Andrea Hirata seorang penulis Indonesia yang terkenal berkata “Hidup bisa demikian bahagia dalam keterbatasan jika dimaknai dengan keikhlasan berkorban untuk sesama”. Artinya bahwa ukuran kebahagiaan baginya adalah ketika ia mampu menghadirkan kebahagiaan hidup bagi sesamanya.

 

Ya, kebahagian yang sejati adalah ketika kita mampu menghadirkan kebahagiaan hidup bagi orang lain sebagaimana yang telah Tuhan Yesus lakukan bagi kehidupan kita semua. Nabi Yesaya menubuatkan tentang Penderitaan yang akan dialami oleh Tuhan Yesus, sebagai sebuah wujud nyata pengorbanan Tuhan Yesus untuk mendatangkan kebahagiaan hidup (Karya Keselamatan) untuk semua manusia yang berdosa termasuk kita semua. Lukisan penderitaan Kristus dalam nubuatan Yesaya ini sungguh menyedihkan dan menyakitkan. Tidak ada satu pun bagian dari hidupnya yang luput dari penderitaan. Penderitaan-Nya menjadi sangat sempurna karena Dia menderita bukan karena kesalahannya tetapi justru karena dosa manusia. Dia telah berkorban untuk kita, maukah kita juga berkorban untuk-Nya? Maukah kita berkorban untuk sesama agar kasih Yesus tidak hanya dirasakan oleh kita sendiri ?

 

Sobat Teruna, Kristus sebagai pusat penderitaan telah menanggung semua untuk kita. Karena itu ingatlah, kebahagiaan sejati dalam hidup manusia bukan berasal dari harta benda, kesuksesan maupun kehebatan; tetapi kebahagiaan sejati hanya berasal dari Kristus. Kita hanya akan bahagia apabila mampu hidup menurut kehendak-Nya. Saat ini, mari menderitalah bersama Dia yang sudah lebih dahulu menderita bagi kita. Menderitalah karena kita menegakkan kebenaran-Nya.Sebab penderitaan inilah yang akan membawa kita pada kebahagiaan yang sejati.

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Kristus, jadikanku pribadi yang mau berkorban agar Cinta Kasih-Mu dapat dirasakan oleh semua orang.

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon