PENGHAMBAT RANCANGAN BERKAT ALLAH

15 Jul 2018

 

 

Yunus 2:1-6

 

Berdoalah Yunus kepada Tuhan, Allahnya, dari dalam perut ikan itu, katanya: “Dalam kesusahanku aku berseru kepada Tuhan, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku. Telah Kaulemparkan aku ke tempat yang dalam, ke pusat lautan, lalu aku terangkum oleh arus air; segala gelora dan gelombang-Mu melingkupi aku. Dan aku berkata: telah terusir aku dari hadapan mata-Mu. Mungkinkah aku memandang lagi bait-Mu yang kudus?Segala air telah mengepung aku, mengancam nyawaku; samudera raya merangkum aku; lumut lautan membelit kepalaku di dasar gunung-gunung. Aku tenggelam ke dasar bumi; pintunya terpalang di belakangku untuk selama-lamanya. Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur, ya Tuhan, Allahku.

 

Tahukah sobat Teruna jarak yang terbentang antara Tarsis dan Niniwe? Sepelemparan batu-kah? Kampung tetangga-kah? Jarak antara Tarsis–Niniwe mendekati 5.000 km, seumpama jarak dari Aceh hingga tanah Papua. Jika diumpamakan jarak Tarsis-Niniwe adalah Aceh-Papua, maka saat cerita ini dikisahkan, Yunus kira-kira sedang berada di Manado.

 

Kenapa Yunus pergi menjauhi Niniwe? Yunus mengetahui bahwa Allah akan mengampuni Niniwe. Justru karena Yunus tahu, Yunus jadi enggan untuk pergi. Karena menurut Yunus, kedatangannya atau tidak ke Niniwe tidak akan memberikan dampak yang berbeda bagi Niniwe. Lalu bagaimana menurut Allah?

 

Sobat Teruna, Allah memanggil kita untuk segera bersekutu dalam IHMPT, tapi karena sudah biasa, kita-pun kerap beranggapan: “ah.. tidak datang ke IHMPT sekali-sekali juga tidak apa”. Atau saat kehadiran kita sebagai salah satu tim “ngamen”-nya PT sangat dibutuhkan, karena lelah sepulang kerja kelompok sekolah, kita beralasan: “ah.. kan ada si-Anu di sana, dia lebih jago dari saya.. tak apa lah kalau sekali-sekali saya tidak hadir”

 

Jika pelarian Yunus bisa membatalkan rancangan berkat Tuhan, maka pelarian kita pun sama! Tuhan tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Itulah mengapa Tuhan “mengejar” Yunus sampai ke bawah lautan. Mata Tuhan tidak bisa ditutupi, kemana kita pergi, apapun alasan kita, Tuhan tahu! Segeralah sadar saat Tuhan mengejar, rendah-hati dan akuilah kelalaian kita, serta berbaliklah pada rancangan-Nya, supaya kita tidak menjadi penghambat rancangan berkat Allah!

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Keselamatanku adalah dari Tuhan, maka kehidupanku ini adalah milik Tuhan untuk melakukan rancangan berkat-Nya.

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon