UJIAN DARI ALLAH

Mazmur 63:1-6

1 Mazmur Daud, ketika ia ada di padang gurun Yehuda. 2 Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. 3 Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu. 4 Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau. 5 Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu. 6 Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, dan dengan bibir yang bersorak-sorai mulutku memuji-muji.

Saat kita bepergian melihat bentangan pohon menghijau di lereng gunung, apa yang terbesit dalam pikiran kita saat itu? Atau saat kita melihat sebuah pementasan aneka bakat yang ditunjukkan oleh pementas yang ternyata memiliki keterbatasan anggota tubuh, apa yang terbersit dalam pikiran kita saat itu? Kebanyakan dari kita pasti akan menjawab: “sungguh luar biasa Tuhan berkarya, andai saja saya bisa menikmati karya ini setiap saat”.

Sobat Teruna, saat kita tertimpa musibah kecelakaan, atau kedukaan salah satu anggota keluarga yang kita kasihi, atau menerima hasil ujian yang membuat kita harus tinggal kelas atau bahkan tidak naik ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, masih bisakah kita menjawab seperti di atas?

Daud sedang berada di lingkungan yang tidak biasanya, kering dan tandus, tiada berair (ay.1), lingkungan di luar kewajaran sebagai tempat hidup manusia. Ia diperhadapkan dengan kondisi yang “tidak baik”. Pilihan yang paling manusiawi saat itu adalah; cari tempat berteduh dan air minum, atau mati kering kehausan. Daud mengesampingkan pilihan-pilihan itu dan menghadirkan pilihan ketiga yang kemudian menjadi prioritas baginya yaitu memuji Tuhan. Melalui pujiannya, Daud mencontohkan bahwa memuji Tuhan adalah nafas hidupnya. Apabila tidak ada nafas maka tubuh akan mati, oleh karenanya, memuji Tuhan adalah suatu hal yang layak dan wajib dilakukannya setiap saat.

Sobat Teruna yang dikasihi Tuhan, apalah arti penderitaan dan kedukaan di hadapan Tuhan selain sebagai salah-satu ujian-Nya untuk menjadikan iman kita tangguh dan semakin teruji. Selamat menjalani ujian dari Allah, dan selamat memuji-Nya oleh karena iman kita yang semakin teruji.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Buatlah aku kuat menjalani ujian yang Kau berikan, dan hibur aku bahwa sesuatu yang indah sedang Kau persiapkan bagiku.