BERANI KARENA BENAR

9 Sep 2018

Oleh :

 

 

Kisah Para Rasul 6 : 8-12

 

8 Dan Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak. 9 Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini -- anggota-anggota jemaat itu adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria -- bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus, 10 tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara. 11 Lalu mereka menghasut beberapa orang untuk mengatakan: “Kami telah mendengar dia mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan Allah.” 12 Dengan jalan demikian mereka mengadakan suatu gerakan di antara orang banyak serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat; mereka menyergap Stefanus, menyeretnya dan membawanya ke hadapan Mahkamah Agama.

Julian, anak yang pandai dan berprestasi. Pergaulannya pun baik dan jauh dari kenakalan remaja. Dia disenangi banyak teman dan juga para guru. Ada ada sekelompok anak-anak yang tidak suka melihat Julian disenangi banyak orang. Mereka mencoba menjatuhkan citra Julian di depan banyak orang dengan cara menaruh contekan di meja Julian saat ujian. Guru yang mengawasi menemukan contekan itu lalu kemudian memanggil Julian ke kantor kepala sekolah. Julian sangat ketakutan. Beruntung bagi Julian, banyak teman-teman yang membelanya dan bersaksi bahwa bukan Julian yang membuat contekan tersebut. Bahkan ada temannya yang melihat contekan itu ditaruh oleh kelompok yang tidak menyukai Julian. Akhirnya mereka dihukum oleh guru.

 

Sobat Teruna, kita hidup di dalam dunia yang penuh ketidakadilan. Ketika kita berlaku benar, belum tentu hal yang baik kita terima. Banyak orang yang karena ketidakmampuannya kemudian menjadi iri hati dan tidak senang melihat orang lain senang. Stefanus, murid Tuhan juga mengalami hal yang sama. Bangsa Yahudi saat itu tidak suka dengan ketenaran Yesus, sehingga para pengikutnya dibenci. Bahkan dia dirajam sampai mati. Nah sekarang, mampukah kita tetap berlaku benar dalam tekanan kelompok yang tidak menyukai kita?

 

Kita tidak perlu takut karena kita mempunyai Tuhan yang hebat, Tuhan yang sama yang dulu membebaskan bangsa Israel dari Mesir. Tuhan yang rela menanggung segala penyiksaan untuk mati di kayu salib. Tuhan yang bangkit mengalahkan maut sebagai bukti Dia adalah Juruselamat. Sampai akhir hidupnya, Stefanus tetap disertai Roh Tuhan untuk berkata-kata mengenai kebenaran. Yakinlah bahawa Tuhan yang sama juga yang akan memberikan kita keberanian dan kekuatan untuk tetap berlaku benar.

 

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Ya Tuhan, aku berdoa kepada-Mu, kiranya aku diberikan kekuatan dan keberanian untuk tetap berlaku benar meskipun aku berada dalam tekanan.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon