SEDERHANA ITU BERBAGI

Roma 15 : 22-29

22 Itulah sebabnya aku selalu terhalang untuk mengunjungi kamu. 23 Tetapi sekarang, karena aku tidak lagi mempunyai tempat kerja di daerah ini dan karena aku telah beberapa tahun lamanya ingin mengunjungi kamu, 24 aku harap dalam perjalananku ke Spanyol aku dapat singgah di tempatmu dan bertemu dengan kamu, sehingga kamu dapat mengantarkan aku ke sana, setelah aku seketika menikmati pertemuan dengan kamu. 25 Tetapi sekarang aku sedang dalam perjalanan ke Yerusalem untuk mengantarkan bantuan kepada orang-orang kudus. 26 Sebab Makedonia dan Akhaya telah mengambil keputusan untuk menyumbangkan sesuatu kepada orang-orang miskin di antara orang-orang kudus di Yerusalem. 27 Keputusan itu memang telah mereka ambil, tetapi itu adalah kewajiban mereka. Sebab, jika bangsa-bangsa lain telah beroleh bagian dalam harta rohani orang Yahudi, maka wajiblah juga bangsa-bangsa lain itu melayani orang Yahudi dengan harta duniawi mereka. 28 Apabila aku sudah menunaikan tugas itu dan sudah menyerahkan hasil usaha bangsa-bangsa lain itu kepada mereka, aku akan berangkat ke Spanyol melalui kota kamu. 29 Dan aku tahu, bahwa jika aku datang mengunjungi kamu, aku akan melakukannya dengan penuh berkat Kristus..

Bila kita melihat di jalan-jalan kota besar, masih banyak anak-anak seumuran teruna yang tidak bersekolah karena tidak mampu. Kesulitan ekonomi membuat mereka harus turun ke jalan sekedar mengamen atau pun berjualan minuman ringan. Makan tiga kali sehari sudah merupakan hal yang mewah bagi mereka. Sadar atau tidak, inilah yang terjadi di sekitar kehidupan kita sehari-hari. Generasi muda bangsa Indonesia masih terancam dengan ketidaksetaraan pendidikan dan kehidupan sosial.

Sobat Teruna, rekan-rekan sepelayanan Rasul Paulus tidak hanya memberitakan Injil dalam pelayanan mereka. Mereka juga memberikan bantuan-bantuan kepada orang-orang miskin selama pelayanan mereka. Padahal bukanlah kewajiban mereka untuk mencukupi kebutuhan orang-orang tersebut. Namun, karena kasih karunia Kristus, mereka dimampukan untuk membantu orang-orang miskin.

Seringkali kita tidak sadar bahwa berkat yang diberikan oleh Tuhan dalam hidup kita harus diteruskan juga kepada orang-orang yang kurang mampu. Uang jajan yang kita terima dari orangtua seringkali sudah dialokasikan untuk keperluan-keperluan diri kita masing-masing dan kita lupa untuk mengalokasikannya kepada saudara-saudara kita yang juga membutuhkan bantuan dari kita. Kita sering beralasan bahwa untuk mencukup diri sendiri saja masih sulit. Padahal sebetulnya kita tahu kalau kita mengatur uang jajan kita dengan baik, maka kita bisa membagikannya kepada orang lain. Hiduplah dengan apa yang kita butuhkan, bukan dengan apa yang kita inginkan. Hidup sederhana itu bukan hidup berkekurangan tapi hidup berpuas diri. Dengan kita bersyukur maka kita tidak akan membelanjakan uang jajan kita secara berlebihan. Marilah kita mulai dari diri kita sendiri untuk secara konsisten membagikan apa yang kita miliki untuk membantu sesama kita.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, mampukan aku untuk mulai belajar berbagi kepada mereka yang membutuhkan.