RODA HIDUP

19 Sep 2018

Oleh :

 

 

Yehezkiel 28:1-10

 

Maka datanglah firman Tuhan kepadaku: “Hai anak manusia, katakanlah kepada raja Tirus: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Karena engkau menjadi tinggi hati, dan berkata: Aku adalah Allah! Aku duduk di takhta Allah di tengah-tengah lautan. Padahal engkau adalah manusia, bukanlah Allah, walau hatimu menempatkan diri sama dengan Allah. Memang hikmatmu melebihi hikmat Daniel; tiada rahasia yang terlindung bagimu. Dengan hikmatmu dan pengertianmu engkau memperoleh kekayaan. Emas dan perak kaukumpulkan dalam perbendaharaanmu. Karena engkau sangat pandai berdagang engkau memperbanyak kekayaanmu, dan karena itu engkau jadi sombong. Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Karena hatimu menempatkan diri sama dengan Allah maka, sungguh, Aku membawa orang asing melawan engkau, yaitu bangsa yang paling ganas, yang akan menghunus pedang mereka, melawan hikmatmu yang terpuja; dan semarakmu dinajiskan. Engkau diturunkannya ke lobang kubur, engkau mati seperti orang yang mati terbunuh di tengah lautan. Apakah engkau masih akan mengatakan di hadapan pembunuhmu: Aku adalah Allah!? Padahal terhadap kuasa penikammu engkau adalah manusia, bukanlah Allah. 10 Engkau akan mati seperti orang tak bersunat oleh tangan orang asing. Sebab Aku yang mengatakannya, demikianlah firman Tuhan ALLAH.”

Sobat Hidup bagaikan roda yang berputar. Terkadang di atas, kadang di bawah. Peribahasa ini sudah sering kita dengar. Kalimat ini sering dipakai untuk orang-orang yang suka pamer dan sombong atau bisa jadi juga doa bagi mereka yang mengharapkan kehidupannya berubah menjadi lebih baik suatu hari nanti.

 

Manusia adalah ciptaan Tuhan, hasil karya tangan-Nya sendiri. Manusia begitu dikasihi-Nya sehingga Dia menghembuskan nafas untuk memberikan kehidupan. Tuhan memberkati setiap manusia yang berusaha dengan sungguh-sungguh dan bekerja keras. Tidak pernah ada hasil yang mengkhianati proses, kan? Hanya terkadang beberapa orang merasa bahwa apa yang diperolehnya adalah semata-mata karena hasil kerja kerasnya sendiri dan menempatkan dirinya di atas segala-galanya. Seringkali manusia melupakan kemurahan Tuhan di hidupnya yang telah membuatnya berhasil. Karena kesombongan tercermin melalui sikap dan tutur kata maka berjaga-jagalah agar kita tidak jatuh dalam dosa kesombongan yang dapat membuat kita menjadi tinggi hati.

 

Sobat Teruna, Tuhan sanggup memutarbalikkan roda kehidupan manusia dengan menggunakan hal-hal yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya guna menegur kita yang jatuh dalam dosa kesombongan. Dalam pembacaan kita hari ini, kita diajak untuk melihat Raja Tirus yang dihukum oleh Tuhan karena kesombongannya. Sobat Teruna, Tuhan mengasihi penuh mereka yang rendah hati dan terus memuliakan-Nya. Hidup bukanlah tentang siapa kita dan bagaimana kita menjalaninya. Tetapi tentang Tuhan yang sudah setia menyatakan kasih-Nya bagi kita. Kristuslah Tuhan dan Juruselamat.

 

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Tuhan Yesus, hanya Kaulah Tuhan dan Juruselamatku yang hidup, tolonglah aku untuk selalu mengandalakan Engkau dalam hidupku.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon