SAKITNYA TUH DI SINI

21 Sep 2018

Oleh :

 

 

Mikha 6:1-5

 

1 Baiklah dengar firman yang diucapkan Tuhan: Bangkitlah, lancarkanlah pengaduan di depan gunung-gunung, dan biarlah bukit-bukit mendengar suaramu! Dengarlah, hai gunung-gunung, pengaduan Tuhan, dan pasanglah telinga, hai dasar-dasar bumi! Sebab Tuhan mempunyai pengaduan terhadap umat-Nya, dan Ia beperkara dengan Israel. “Umat-Ku, apakah yang telah Kulakukan kepadamu? Dengan apakah engkau telah Kulelahkan? Jawablah Aku! 4 Sebab Aku telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir dan telah membebaskan engkau dari rumah perbudakan dan telah mengutus Musa dan Harun dan Miryam sebagai penganjurmu. 5 Umat-Ku, baiklah ingat apa yang dirancangkan oleh Balak, raja Moab, dan apa yang dijawab kepadanya oleh Bileam bin Beordan apa yang telah terjadi dari Sitim sampai ke Gilgal, supaya engkau mengakui perbuatan-perbuatan keadilan dari Tuhan.”

Bundo (ibu) Malin Kundang sangat percaya pada anaknya yang pergi merantau untuk mengadu nasib di tanah orang. Dia yakin sekali, suatu hari Malin Kundang akan pulang ke tanah Minang untuk membawa kabar bahagia baginya karena selama ini mereka hidup susah. Tetapi kenyataan pahit dan pedih diterima oleh bundo karena ternyata sikap Malin Kundang berbeda dengan yang diharapkannya. Merasa tak dianggap maka bundo pun mengutuk Malin Kundang menjadi batu besar di pesisir pantai. Itu adalah sepenggal kisah Malin Kundang si anak durhaka, cerita rakyat Minahasa yang sudah cukup dikenal.

 

Sobat Teruna, bangsa Israel dalam kitab Mikha ini pun sedang melupakan Tuhan yang telah memelihara kehidupan mereka. Mulai dari tuntunan keluar dari tanah Mesir, dibebaskan dari perbudakan, dan banyak lagi pemeliharaan Tuhan bagi mereka, namun mereka merespons kebaikan Tuhan ini dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak berkenan di hadapan Tuhan Allah. Tuhan Allah menjadi sedih (ayat 3).

 

Memasuki globalisasi, kita sudah tidak asing dengan gadget dan internet. Teknologi makin menjamur, segala sesuatu dimudahkan oleh teknologi. Pertanyaannya adalah, bagaimana dampak teknologi ini terhadap sikap kita saat ini? Kita tidak bisa menutup mata, bahwa sejak adanya gadget dan internet di tangan, kita menjadi cuek dan bersikap masa bodo, baik di rumah, sekolah atau pun kehadiran di IHMPT. Sikap kita ini tanpa disadari telah mendukakan hati Tuhan. Mari renungkan, apakah kita telah memberikan yang terbaik bagi Tuhan melalui waktu dan kesempatan yang dianugerahkan bagi kita? Ataukah kita telah melupakan Tuhan dan tangan kita lebih sibuk dengan gadget daripada berdoa dan membaca firman-Nya?

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Tuhan Yesus, mampukan aku untuk hidup bagi kemuliaan-Mu.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon