BERLARI DAN JADILAH PEMENANG!

Wahyu 2:8-11

8 “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna:Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali: 9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu -- namun engkau kaya -- dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis. 10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. 11 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat:Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua.”

Bagaimana kalau kita bersiap-siap untuk lari pagi? Tidak usah jauh-jauh, cukup sekitar rumah kita saja. Berlari adalah olahraga yang menyenangkan, murah meriah. Berolahraga adalah kegiatan yang sangat baik untuk kesehatan kita. Sebelumnnya, kita harus mempersiapkan diri sebaik mungkin. Memakai sepatu olahraga dan pakaian yang sederhana. Jika ingin menjadi pelari jarak jauh, kita harus berlatih terus menerus, mulai dari jarak yang pendek dan terus meningkat sampai kita dapat menempuh jarak panjang seperti dalam perlombaan marathon.

Hidup adalah seperti kita sedang dalam sebuah perlombaan lari. Kita harus mempersiapkan diri sedemikian rupa karena ada banyak godaan dan pengorbanan. Seorang pelari yang bertanding harus melihat jauh ke depan bahwa ia harus tiba di garis finish sebagai pemenang. Oleh karena itu ia tidak membiarkan dirinya tergoda karena lelah, bosan atau ada yang mengganggunya untuk berhenti. Itulah maksud pembacaan kita hari ini. Jika kita terus memandang pada kesusahan, kemiskinan, persoalan-persoalan yang memberatkan langkah kita, maka kita bisa menyerah dan tidak lagi setia pada kehendak Tuhan. Sebaliknya jika kita mengandalkan Tuhan, bahwa Ia menopang, mengampuni dan memberi kita kekuatan untuk hidup setia pada-Nya, maka kita dapat tetap bertahan hingga garis finish.

Sobat Teruna, seperti seorang pelari yang fokus hanya pada garis akhir, kita juga harus tetap memandang pada Yesus selama kita bertanding di dunia ini. Nah sekarang, bagaimana kalau kita memakai sepatu olahraga dan berlari? Mari berlari bersama Tuhan.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan, tolong aku agar tetap setia dalam pertandingan hidup ini.