JANJI TINGGAL JANJI

1 Samuel 19 : 1-10

1 Saul mengatakan kepada Yonatan, anaknya, dan kepada semua pegawainya, bahwa Daud harus dibunuh. Tetapi Yonatan, anak Saul, sangat suka kepada Daud, 2 sehingga Yonatan memberitahukan kepada Daud: “Ayahku Saul berikhtiar untuk membunuh engkau; oleh sebab itu, hati-hatilah besok pagi, duduklah di suatu tempat perlindungan dan bersembunyilah di sana. 3 Aku akan keluar dan berdiri di sisi ayahku di padang tempatmu itu. Maka aku akan berbicara dengan ayahku perihalmu; aku akan melihat bagaimana keadaannya, lalu memberitahukannya kepadamu.” 4 Lalu Yonatan mengatakan yang baik tentang Daud kepada Saul, ayahnya, katanya: “Janganlah raja berbuat dosa terhadap Daud, hambanya, sebab ia tidak berbuat dosa terhadapmu; bukankah apa yang diperbuatnya sangat baik bagimu! 5 Ia telah mempertaruhkan nyawanya dan telah mengalahkan orang Filistin itu, dan Tuhantelah memberikan kemenangan yang besar kepada seluruh Israel. Engkau sudah melihatnya dan bersukacita karenanya. Mengapa engkau hendak berbuat dosa terhadap darah orang yang tidak bersalah dengan membunuh Daud tanpa alasan?” 6 Saul mendengarkan perkataan Yonatan dan Saul bersumpah: “Demi Tuhan yang hidup, ia tidak akan dibunuh.” 7 Lalu Yonatan memanggil Daud dan Yonatan memberitahukan kepadanya segala perkataan itu. Yonatan membawa Daud kepada Saul dan ia bekerja padanya seperti dahulu. 8 Ketika perang pecah pula, maka majulah Daud dan berperang melawan orang Filistin; ia menimbulkan kekalahan besar di antara mereka, sehingga mereka melarikan diri dari depannya. 9 Tetapi roh jahat yang dari pada Tuhan hinggap pada Saul, ketika ia duduk di rumahnya, dengan tombaknya di tangannya; dan Daud sedang main kecapi. 10 Lalu Saul berikhtiar menancapkan Daud ke dinding dengan tombaknya, tetapi Daud mengelakkan tikaman Saul, sehingga Saul mengenai dinding dengan tombak itu. Sesudah itu Daud melarikan diri dan luputlah ia pada malam itu.

“Padahal kamu sudah berjanji kepada Ayah.” Ayah menggeleng-geleng kecewa. Kepala Raka tertunduk malu. Ia sudah berjanji untuk tidak kebut-kebutan lagi dengan kawan-kawannya di jalanan. Ia sudah diperingatkan berkali-kali oleh ayahnya tentang bahaya kebut-kebutan. Namun ejekan teman-temannya yang terus menerus membuat ia jenuh juga. Malam itu, ia mengiyakan tantangan temannya dan membawa motor diam-diam tanpa seizin ayahnya. Ayah Raka akhirnya tahu ketika Raka harus dirawat di rumah sakit karena kecelakaan motor.

Meski sudah diperingatkan Samuel bahwa kerajaannya akan berakhir dan oleh Yonatan mengenai dosa yang akan diperbuat Saul jika Saul membunuh Daud, Saul masih memaksakan kehendaknya dengan berusaha menyingkirkan Daud. Keegoisannya membuat Saul tidak lagi mempertimbangkan nasehat Yonatan, anaknya sendiri. Terlebih lagi, keegoisannya membuat Saul melanggar sumpahnya di hadapan Tuhan (ayat 6). Puncaknya, Saul berusaha menikam Daud dengan tombaknya.

Pagi ini sobat Teruna, firman Tuhan kembali mengingatkan kita akibat dari mementingkan diri sendiri. Ketika keinginan kita lebih penting, kita bisa saja menjadi Raka atau Saul. Kita telah diperingatkan dan kita berjanji untuk tidak melakukan dosa. Tetapi, ketika kita membiarkan sifat egois kita dan menuruti kemauan kita, kita pun melanggar janji kita, baik terhadap orangtua atau pun Tuhan. Jika posisinya dibalik, pastinya kita pun akan kecewa. Oleh karena itu, mari kita setia terhadap janji kita untuk bertobat dan tidak mengikuti keinginan kita sendiri.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan, aku akui sangat sulit untuk menepati janji ketika aku tergoda untuk lebih mengikuti kemauanku. Tolong aku agar dapat menjadi orang yang setia dan menepati janji, terutama di hadapan-Mu, Tuhan.