RAMAH ITU BERBELAS KASIHAN

13 Oct 2018

 

 

 

Matius 9:35-38

 

 

35 Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. 36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. 37 Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. 38 Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

 

Yesus sedang berkeliling kota dan desa. Mengajar dalam rumah ibadat serta memberitakan Injil, juga menyembuhkan segala penyakit dan kelemahan. Banyak sekali yang Yesus lakukan. Di dalam natur kemanusiaan-Nya, Dia pasti mengalami kelelahan. Namun apa yang terjadi? Dia tidak mengeluh kelelahan. Dia tidak minta dibelas-kasihani. Tidak minta dimengerti. Justru Yesus berbelas kasihan melihat orang banyak yang mengerumuni Dia. Hati Yesus berbelas kasihan karena meyakini bahwa justru orang banyak itulah yang mengalami kelelahan.

 

Sobat Teruna, pernahkah merasa kita sudah melakukan banyak hal tetapi tidak ada yang berbelas kasihan kepada kita padahal kita sudah sangat lelah? Boro-boro memerhatikan kebutuhan orang lain, kita saja seperti menuntut untuk diperhatikan. Biasanya ketika kita sedang dalam kondisi lelah, salah satu reaksi kita adalah menjadi orang yang negatif. Entah itu mudah tersinggung, marah atau stress. Atau kita minta dimengerti. Tidak demikian dengan Yesus. Kalau membaca nats di atas sekali lagi, kita melihat betapa banyak yang dikerjakan oleh Yesus. Bukan kepada satu atau dua orang, melainkan kepada banyak orang. Di dalam kelelahan-Nya, Dia menunjukkan keramahan-Nya. Dia memerhatikan kebutuhan mereka.

 

Maukah kita belajar dari Yesus? Dia tidak mementingkan diri-Nya. Dia lebih mementingkan kebutuhan orang banyak. Di dalam kelelahan-Nya, Dia tetap ramah dan berbelas kasihan ketika melayani banyak orang. Demikianlah seharusnya kita. Dalam keadaan apa pun, mari tidak mementingkan diri sendiri. Melihat dengan ramah kepada orang lain yang lebih membutuhkan. Karena orang banyak itu pun adalah orang-orang yang Tuhan kasihi.

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Mampukan aku Tuhan untuk memiliki belas kasihan dan melihat kebutuhan orang lain terlebih dahulu.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon