RAMAH ITU MENGASIHI

Kolose 1:3-8

3 Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu, 4 karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, 5 oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga. Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam firman kebenaran, yaitu Injil, 6 yang sudah sampai kepada kamu. Injil itu berbuah dan berkembang di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya. 7 Semuanya itu telah kamu ketahui dari Epafras, kawan pelayan yang kami kasihi, yang bagi kamu adalah pelayan Kristus yang setia. 8 Dialah juga yang telah menyatakan kepada kami kasihmu dalam Roh.

Pada zaman dahulu sebelum Injil masuk ke tanah Batak, suku Batak adalah penyembah berhala. Syukurlah, para misionaris kemudian datang dan membawa berita keselamatan kepada bangsa Batak. Pada tahun 1834, dua orang misionaris datang ke tanah Batak. Mereka adalah Munson dan Lyman. Namun, karena bangsa Batak tidak menyukai kehadiran orang luar masuk ke wilayah mereka dan mengganggap setiap orang yang masuk adalah musuh, maka kedua misionaris tersebut ditangkap ketika sedang dalam perjalanan ke daerah Silindung dan dibunuh. Hal ini tidak membuat para misionaris berkecil hati. Kekuatan kasih lebih bergema dalam hati mereka. Oleh karena itu, seorang misionaris dari Jerman bernama Ludwig Ingwer Nommensen tetap berkeinginan hadir di Silindung pada tahun 1864. Kemudian berpindah ke Huta Dame dan Pearaja. Di daerah Pearaja inilah sebuah jemaat besar lahir dan sekarang menjadi kantor pusatnya, Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Awalnya, kehadiran Nommensen tidak diterima dengan baik. Menghadapi kondisi dan situasi yang sangat tidak nyaman tersebut, Nommensen tetap ramah dan lemah lembut. Nommensen tetap mengasihi mereka. Demikianlah karena kasih Kristus dan kasihnya Nommensen terhadap bangsa Batak, sehingga kekristenan berkembang pesat di tanah Batak.

Sobat Teruna, Roh Tuhan yang ada dalam diri Nommensen telah membuat suku Batak mengenal Kristus. Injil yang telah diberitakan oleh Nommensen itu berbuah dan berkembang. Demikian pun Rasul Paulus. Dia sangat mensyukuri hasil penginjilannya. Dia bersukacita mendengar tentang iman jemaat yang dilayaninya. Mendengar bagaimana mereka mengasihi sesama orang percaya. Kita yakin Nommensen pun begitu. Dia bersukacita melihat bangsa Batak berkembang dalam iman dan kasihnya. Bagaimana dengan kita? Biarlah seluruh hidup kita bertujuan mengasihi mereka yang belum percaya sehingga injil bisa disampaikan.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Biarlah dengan kasih Allah, aku dimampukan untuk mengasihi sesama sehingga Injil Tuhan bisa bertumbuh dan berkembang.

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon