HATI-HATI GUNAKAN TUBUHMU!

II Timotius 2:14-22

14 Ingatkanlah dan pesankanlah semuanya itu dengan sungguh-sungguh kepada mereka di hadapan Allah, agar jangan mereka bersilat kata, karena hal itu sama sekali tidak berguna, malah mengacaukan orang yang mendengarnya. 15 Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu. 16 Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan. 17 Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus, 18 yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang. 19 Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: “Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya” dan “Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan.” 20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. 21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia. 22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.

Sobat, masih ingat dengan lagu “Hati-hati gunakan tanganmu?” Lagu yang mungkin sering dinyanyikan waktu di Ibadah Hari Minggu Pelayanan Anak. Dengan lirik sederhana, namun mengingatkan kita untuk selalu berhati-hati menggunakan tangan, kaki, telinga dan mulut kita karena Tuhan melihat dan tahu apa pun yang kita kerjakan, dengarkan maupun apa yang kita katakan. Pembacaan Alkitab pada hari ini dengan tegas mengatakan ”Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan” (ayat 19b). Seumpama dalam suatu rumah besar, ada perabot yang terbuat dari emas, perak bahkan dari kayu dan tanah, tentunya setiap barang yang dibeli digunakan sesuai dengan fungsinya. Perabot yang mahal atau berharga biasanya dipakai untuk hal-hal yang mulia dan menunjukkan jati diri si pemilik, tentu tidak mungkin ditaruh secara sembarangan. Bahkan dengan hati-hati pemiliknya menjaga atau merawatnya. Sementara perabot yang mungkin berguna namun kurang mulia, lama kelamaan semakin usang sehingga tidak bermanfaat dan tidak terpakai lagi. Sama seperti hidup kita, bila menyadari bahwa hidup kita mulia dan berharga di mata Tuhan, tentu kita akan menyucikan diri dari hal-hal yang jahat dan dikuduskan agar dipandang layak menjadi alat yang berguna bagi kemuliaan Tuhan. Sebaliknya gambaran perabot yang menjadi usang adalah gambaran diri kita yang mengaku percaya Kristus namun tidak menghasilkan buah bahkan menyesatkan orang lain lewat cara hidup kita.Sobat Teruna, walaupun kita masih muda, tetapi justru kita harus menjauhi nafsu yang membawa kita kepada kebinasaan. Yang harus kita lakukan adalah mengejar keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni (ayat 22).

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus yang baik, walau aku masih muda namun aku mau turut membantu dan mendukung mereka yang menyampaikan kabar keselamatan dari Tuhan dengan apa yang dapat aku berikan maupun dalam doaku.