SATU DI DALAM KRISTUS

Efesus 2:11-17

11 Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu -- sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya “sunat”, yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, -- 12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. 13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus. 14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, 15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, 16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. 17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang “jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang “dekat”,

Penghuni rumah besar itu sengaja membuat tembok yang tinggi dan tertutup agar tidak dapat dilihat oleh warga sekitar tempat tinggalnya. Tidak hanya itu, mereka enggan bersosialisasi dengan warga sekitar karena perasaan curiga. Namun ada peristiwa yang membuat pemiliknya membongkar tembok yang tinggi dan tertutup diganti dengan teralis besi yang terlihat dari luar. Rumah itu hampir saja mengalami kebakaran yang dapat memusnahkan seluruh isi rumah, namun dapat terselamatkan oleh warga sekitar yang melihat asap pekat dari dalam rumah. Tidak hanya tembok pemisah yang diruntuhkan, penghuni rumah itu akhirnya dapat menjalin hubungan baik dengan warga sekitar tanpa harus ada kecurigaan.

Pembacaan Alkitab hari ini merupakan penegasan Paulus bahwa Kristus adalah milik semua orang yang percaya kepada-Nya. Pada masa itu masih ada pemahaman dari orang-orang Yahudi bahwa orang-orang percaya namun bukan Yahudi tidak termasuk dalam bagian umat pilihan Allah, sehingga yang bukan Yahudi tidak memiliki pengharapan akan kehidupan yang kekal. Namun Paulus mengungkapkan bahwa karya penebusan yang Tuhan Yesus kerjakan telah menghapuskan kutuk dosa dan maut, sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya baik itu orang Yahudi maupun bukan Yahudi memperoleh status yang sama yaitu manusia baru, karena terlepas dari belenggu dosa. Manusia pun memperoleh kesempatan untuk kehidupan yang kekal bersama-sama dengan Allah. Dengan pengorbanan Kristus, tidak ada lagi pemisahan antara orang Yahudi dengan non Yahudi, karena mereka menjadi satu keluarga Allah.

Bersyukurlah sobat Teruna, apa pun latar belakang, suku, bahasa dan bangsa kita yang selama ini memisahkan kita, telah dijadikan satu di dalam Kristus, dan kita pun menjadi bagian dari keluarga Allah.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus terima kasih atas pengorbanan-Mu, yang membuat aku dan seluruh orang yang percaya kepada-Mu tidak lagi saling memisahkan diri tetapi menjadi satu di dalam Engkau.