You Only Live Once

7 Nov 2018

 

 

Daniel 5:1-12

 

Raja Belsyazar mengadakan perjamuan yang besar untuk para pembesarnya, seribu orang jumlahnya; dan di hadapan seribu orang itu ia minum-minum anggur. Dalam kemabukan anggur, Belsyazar menitahkan orang membawa perkakas dari emas dan perak yang telah diambil oleh Nebukadnezar, ayahnya, dari dalam Bait Suci di Yerusalem, supaya raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu. Kemudian dibawalah perkakas dari emas dan perak itu, yang diambil dari dalam Bait Suci, Rumah Allah di Yerusalem, lalu raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu; mereka minum anggur dan memuji-muji dewa-dewa dari emas dan perak, tembaga, besi, kayu dan batu. Pada waktu itu juga tampaklah jari-jari tangan manusia menulis pada kapur dinding istana raja, di depan kaki dian, dan raja melihat punggung tangan yang sedang menulis itu. Lalu raja menjadi pucat, dan pikiran-pikirannya menggelisahkan dia; sendi-sendi pangkal pahanya menjadi lemas dan lututnya berantukan. Kemudian berserulah raja dengan keras, supaya para ahli jampi, para Kasdim dan para ahli nujum dibawa menghadap. Berkatalah raja kepada para orang bijaksana di Babel itu: “Setiap orang yang dapat membaca tulisan ini dan dapat memberitahukan maknanya kepadaku, kepadanya akan dikenakan pakaian dari kain ungu, dan lehernya akan dikalungkan rantai emas, dan di dalam kerajaanku ia akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga.” Tetapi semua orang bijaksana dari raja, yang telah datang menghadap, tidak sanggup membaca tulisan itu dan tidak sanggup memberitahukan maknanya kepada raja. Sesudah itu sangatlah cemas hati raja Belsyazar dan ia menjadi pucat; juga para pembesarnya terperanjat. 10 Karena perkataan raja dan para pembesarnya itu masuklah permaisuri ke dalam ruang perjamuan; berkatalah ia: “Ya raja, kekallah hidup tuanku! Janganlah pikiran-pikiran tuanku menggelisahkan tuanku dan janganlah menjadi pucat; 11 sebab dalam kerajaan tuanku ada seorang yang penuh dengan roh para dewa yang kudus! Dalam zaman ayah tuanku ada terdapat pada orang itu kecerahan, akal budi dan hikmat yang seperti hikmat para dewa. Ia telah diangkat oleh raja Nebukadnezar, ayah tuanku menjadi kepala orang-orang berilmu, para ahli jampi, para Kasdim dan para ahli nujum, 12 karena pada orang itu terdapat roh yang luar biasa dan pengetahuan dan akal budi, sehingga dapat menerangkan mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan, yakni pada Daniel yang dinamai Beltsazar oleh raja. Baiklah sekarang Daniel dipanggil dan ia akan memberitahukan maknanya!”

 

Sobat teruna, pasti pernah mendengar kata YOLO. Kata trendi yang begitu asyik dijadikan caption post media sosial untuk memperlihatkan pemuda yang terkadang berani ambil resiko melakukan hal-hal menantang dalam hidupnya. Tidaklah apa-apa jika hal “menantang” itu positif, tetapi bagaimana dengan hal “menantang” yang negatif?

 

Perikop Alkitab hari ini menunjukkan bagaimana kata YOLO (negatif) sudah terjadi sedari dulu bahkan di Babilonia kuno. Ya, raja Belsyazar contoh nyatanya. Ia berpesta seenaknya, menggunakan perkakas kudus bait Allah Israel, memuja dewa-dewa, dan sangat percaya diri (ay.1-4). Padahal tanpa sepengetahuannya, di luar tembok, kota musuh sudah mengepung. Mungkin pikirnya: “Mari berpesta hari ini dan esok kita mati, tidak masalah.” Dan memang benar, tak lama setelah itu, ada “tangan” menulis di dinding istana (ay.5) yang pada akhirnya hanya Daniel yang mampu menerjemahkan nubuat yang akan terjadi pada dirinya yaitu kematiannya pada malam itu juga (ay. 25-28). Jelas sudah bahwa keangkuhan raja Belsyazar yang mendahulukan keinginan daging serta tidak memedulikan lagi Tuhan yang telah membawa akhir dirinya dan pemerintahannya.

 

Sama seperti bangsa Babel yang kala itu terdepan di antara bangsa-bangsa lain (pemerintahan, sosial, teknologi, dsb), zaman ini kita hidup di tengah masyarakat yang super canggih dengan segala tawaran untuk menikmati kehidupan sebanyak-banyaknya di waktu ini juga. Kita diingatkan untuk tidak mencontoh YOLO untuk hal pemuasan diri sendiri, tetapi belajarlah seperti Daniel, yang tetap hidup kudus sesuai dengan perintah Tuhan bahwa dari masa mudanya pada zaman Raja Nebukadnezar sampai tuanya di zaman Raja Belsyazar. Bacalah Pengkhotbah 11:9-12:1.

 

*sangat disarankan untuk Sobat Teruna membaca perikop bacaan dari ayat 1 sampai 30 sehingga mampu memahami secara keseluruhan perenungan hari ini

*Daniel tetap hidup dalam kesucian dan kekudusan sesuai yang diperintahkan Tuhan walaupun dalam pengasingan Babel dari jaman raja Nebukadnezar sampai  

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Bapa, walaupun berbagai macam godaan dunia yang begitu menarik ada di depanku, pimpin kehidupanku dengan Roh Kudus-Mu sehingga aku menjadi teruna yang menjaga kekudusan hidup ini sampai akhirnya.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon