HIDUP DI ZONA TIDAK NYAMAN

9 Nov 2018

 

 

Yeremia 29:1-7

 

1 Beginilah bunyi surat yang dikirim oleh nabi Yeremia dari Yerusalem kepada tua-tua di antara orang buangan, kepada imam-imam, kepada nabi-nabi dan kepada seluruh rakyat yang telah diangkut ke dalam pembuangan oleh Nebukadnezar dari Yerusalem ke Babel. Itu terjadi sesudah raja Yekhonya beserta ibu suri, pegawai-pegawai istana, pemuka-pemuka Yehuda dan Yerusalem, tukang dan pandai besi telah keluar dari Yerusalem. Surat itu dikirim dengan perantaraan Elasa bin Safan dan Gemarya bin Hilkia yang diutus oleh Zedekia, raja Yehuda, ke Babel, kepada Nebukadnezar, raja Babel. Bunyinya: “Beginilah firman Tuhan semesta alam, Allah Israel, kepada semua orang buangan yang diangkut ke dalam pembuangan dari Yerusalem ke Babel: Dirikanlah rumah untuk kamu diami; buatlah kebun untuk kamu nikmati hasilnya; ambillah isteri untuk memperanakkan anak laki-laki dan perempuan; ambilkanlah isteri bagi anakmu laki-laki dan carikanlah suami bagi anakmu perempuan, supaya mereka melahirkan anak laki-laki dan perempuan, agar di sana kamu bertambah banyak dan jangan berkurang! Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.

 

Sobat Teruna, pernahkah membayangkan bagaimana kehidupan para pengungsi Rohingya yang ada di Indonesia? Mereka tidak mempunyai perbekalan, tidak membawa apa-apa dan tidak mampu berbahasa Indonesia. Organisasi Internasional seperti UNHCR dan IOM sudah memberikan santunan sandang, pangan dan papan. Tetapi bagaimana mereka bertahan hidup ketika bantuan itu sudah tidak diberikan? Adakah masa depan untuk keluarga mereka?

 

Walaupun bukanlah cerita yang sama dengan pengungsi Rohingya, bangsa Israel semasa pembuangan ke Babel merasakan hal yang sama. Pembuangan ini tak terelakkan karena ulah bangsa Israel yang meninggalkan Tuhan bergenerasi lamanya (2 Raja-raja 17:9-23). Setiba di negara asing, mereka mulai merasakan adanya pemerintahan asing, bahasa asing, penduduk asing, makanan asing dan semuanya sungguh terasa asing. Tidak salah kalau ada yang depresi, sedih, marah dan menyalahkan Tuhan untuk keputusan-Nya. Apalagi mengingat mereka dibuang bukan hanya 2 atau 5 tahun, tetapi 70 tahun. Bagaimana mereka harus meneruskan kehidupan dengan segala keterasingan ini?

 

Melalui perantaraan nabi Yeremia dalam suratnya menyatakan firman Allah bahwa: (1) Engkau berada di mana Tuhan menginginkanmu untuk berada; (2) Engkau dipanggil untuk memaksimalkan segala sesuatu yang ada di sekitarmu di saat ini juga terlepas keadaan buruk/tidak baik (ay. 5-6); dan (3) Berhentilah mengeluh dan berusahalah untuk hidup sejahtera serta menyejahterakan lingkungan sekitar (ay. 7).

 

Mungkin ada di antara sobat teruna yang merasakan hal yang sama. Mengeluh kepada Tuhan mengapa Ia harus memberikan kita situasi yang tidak nyaman. Ingatlah ke-3 hal di atas dan niscaya kita mampu melewati zona kurang nyaman ini sampai garis akhir bersama Tuhan.

 

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Bapa, jujur aku merasa tidak nyaman karena keadaanku (Sebutkan Zona Tidak Nyamanmu) . Kuatkanlah aku sehingga bersama-Mu aku bisa menjadikan zona tidak nyaman ini sebagai pelajaran hidup yang harus aku arungi dan menjadikanku lebih dewasa dalam iman.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon