MAKEDONIA

II Korintus 8:1-7

1 Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. 2 Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. 3 Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. 4 Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. 5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami. 6 Sebab itu kami mendesak kepada Titus, supaya ia mengunjungi kamu dan menyelesaikan pelayanan kasih itu sebagaimana ia telah memulainya. 7 Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, -- dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami -- demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini.

uas wilayah Negara Makedonia modern saat ini hanya tinggal sebesar propinsi Jawa Tengah di Indonesia. Negara asal Alexander Agung ini dulunya adalah bangsa yang besar. Namun saat ini nama besar negara yang merupakan bekas pecahan Yugoslavia ini hampir tenggelam. Kondisi perekonomiannya pun tidak begitu baik. Hal ini diperkuat dengan angka pengangguran di negara itu yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Namun dalam hal imannya kepada Kristus, ternyata berabad-abad lalu jemaat-jemaat di Makedonia menjadi contoh teladan yang diceritakan Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus yang kita baca hari ini. Tingkah laku dan karakter kasih yang mereka tunjukkan sebagai suatu jemaat sungguh di luar batas kewajaran. Mereka memiliki sukacita yang meluap-luap walaupun dicobai dengan berat lewat pelbagai penderitaan. Miskin secara fisik namun kaya dalam kemurahan (ayat 1). Semangat “memberi” yang ditunjukkan luar biasa. Mereka memberi melampaui kemampuan dan lebih banyak dari yang diharapkan. Bahkan dengan segala keterbatasannya ingin mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-prang kudus (ayat 2-4).

Kondisi di atas yang juga menjadi harapan Paulus kepada jemaat di Korintus untuk menjadi “kaya” dalam pelayanan kasih, yaitu kaya dalam iman, perkataan, pengetahuan, kesungguhan untuk membantu dan juga dalam kasih itu sendiri (ayat 7).

Sobat Teruna, sebagai manusia kita tentunya juga memiliki berbagai keterbatasan secara fisik, ekonomi, kemampuan, bakat, dll. Tetapi Tuhan ingin kita selalu “kaya” dalam pelayanan kasih. Ketika kasih kita kepada orang lain terus terpelihara maka otomatis Tuhan akan memberikan kepada kita semangat rela berkorban yang luar biasa. Kekayaan secara fisik tentunya mendatangkan kenyamanan hidup bagi manusia, tetapi hanya kekayaan kasih yang mendatangkan sukacita yang sejati.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan jadikanlah aku kaya dalam pelayanan kasih, sehingga lewat perbuatan kasih itu sukacitaku semakin berlimpah.