KUASAI DIRIMU

Amsal 20:3

3 Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan,tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak.

Beberapa kali acara TV menyajikan acara perdebatan dalam rangka pemilihan kepala daerah atau ada suatu topik yang diangkat dan didebatkan untuk mencari mana yang benar dan yang bisa diterima. Acara debat tersebut akhirnya memperlihatkan perilaku yang asli seseorang. Ada yang kemudian menjadi marah, emosional dan ada juga yang biasa saja serta yang tenang-tenang saja. Melihat respons orang-orang tersebut, akhirnya kita bisa melihat bagaimana kurang-lebih karakter-karakter mereka.

Kitab Amsal dituliskan dengan tujuan untuk mengetahui hikmat, didikan dan untuk berlaku bijak (Amsal 1:2-7). Singkatnya, Amsal dituliskan untuk memberikan kepada manusia tips-tips bagaimana menjalani hidup dengan baik. Amsal 20 versi NET “It is honor for a person to cease from strife” artinya “Adalah terhormat bagi seseorang jika menghentikan perselisihan”, maksudnya jika suatu perdebatan sudah mengarah negatif dan tidak baik, maka sebaiknya janganlah membuat perselisihan di dalamnya, melainkan mengusai hati dan pikiran sehingga tidak menimbulkan perselisihan. Pada ayat selanjutnya disebutkan bahwa “tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak.” Dalam perdebatan, seseorang sering kali menjadi marah dan kadang sampai marah tersebut tidak terkontrol yang berakibat tidak baik.

Sobat Teruna, dalam situasi yang seperti itu, apakah yang harus kita lakukan? Tentunya berdoa, meminta kepada Tuhan untuk dapat berlaku bijak dan memiliki hikmat agar dapat mengusai diri sehingga tidak menimbulkan perselisihan serta dapat mengusai emosi. Sebagai anak-anak Tuhan di tengah-tengah dunia, kita dituntun untuk menjadi terang dan pembawa damai. Oleh karena itu, mari terus belajar mengusai diri dalam segala situasi.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Bapa, tuntunlah aku hari ini agar dapat menguasai diri dan menjadi teladan dalam perkataanku serta perilaku-ku.