BERTOBAT DENGAN SEGENAP HATI

Yoel 2:12-15

12 “Tetapi sekarang juga,” demikianlah firman Tuhan, “berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh.” 13 Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. 14 Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal, dan ditinggalkan-Nya berkat, menjadi korban sajian dan korban curahan bagi Tuhan, Allahmu. 15 Tiuplah sangkakala di Sion, adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya;

Mungkin kita beberapa kali pernah mendengar suatu kesaksian mengenai pertobatan. Dalam kesaksiannya yang kita dengar bagaimana orang tersebut akhirnya bisa lepas dari jerat dosa seperti narkoba, minuman keras, sex bebas, kehidupan pesta pora dan berbagai macam kehidupan yang menjerat mereka dan terjebak dalam dosa.

Belajar dari bangsa Israel, saat itu nabi Yoel menyerukan kepada mereka untuk bertobat. Pada ayat 12 ada 2 hal yang digarisbawahi, yaitu yang pertama kata “sekarang juga.” Bahwa pertobatan adalah dituntun oleh Allah untuk dilakukan sekarang juga, langsung dilakukan, tidak menunda. Tapi faktanya, lebih sering ketika kita tahu bahwa kita melakukan dosa, kita tidak langsung berbalik dan minta ampun melainkan menundanya. Yang kedua adalah “berbaliklah kepada-Ku dengan SEGENAP HATIMU.” Pertobatan yang harusnya dilakukan oleh manusia adalah dengan segenap hati, dengan tulus dan dengan penuh penyesalan datang kepada Tuhan dan bertobat. Mengoyakkan pakaian memiliki arti suatu ungkapan akan penyesalan dan kesedihan, tapi dalam ayat ini bukan mengoyakkan pakaian melainkan HATI. Maka pertobatan haruslah dari dalam hati, dengan sungguh-sungguh menyesal dan segenap hati bertobat.

Sobat teruna, bagaimanakah sikap kita ketika sedang bertobat? Ketika meminta pengampunan Tuhan? Sudah bersungguh-sungguhkah? Allah menuntun kita untuk berbalik kepada-Nya dengan segenap hati kita. Untuk itu, mari kita perbaiki sikap kita ketika kita sedang datang kepada-Nya untuk meminta pengampunan-Nya. Pada 1 Yoh 1:9 mengatakan “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, dengan rasa sesal dan malu, aku mau datang dan meminta ampunan-Mu dalam hidupku untuk semua hal yang kulakukan dan yang tidak berkenan di hadapan-Mu.