TINDAKAN MENENTUKAN KEBAHAGIAAN HIDUP

4 Dec 2018

 

 

Yeremia 14:1-6

 

Firman Tuhan yang datang kepada Yeremia mengenai musim kering. Yehuda berkabung,pintu-pintu gerbangnya rebahdan dengan sedih terhantar di tanah; jeritan Yerusalem naik ke atas. Pembesar-pembesarnya menyuruh pelayan-pelayannya mencari air; mereka sampai ke sumur-sumur, tetapi tidak menemukan air, sehingga mereka pulang dengan kendi-kendi kosong. Mereka malu, mukanya menjadi merah, sampai mereka menyelubungi kepala mereka. Pekerjaan di ladang sudah terhenti, sebab hujan tiada turun di negeri, maka petani-petani merasa kecewa dan menyelubungi kepala mereka. Bahkan rusa betina di padang meninggalkan anaknya yang baru lahir, sebab tidak ada rumput muda. Keledai-keledai hutan berdiri di atas bukit gundul, mengap-mengap seperti serigala, matanya menjadi lesu, sebab tidak ada rumput.

 

 

Sobat Teruna, ternyata alam itu ikut tersiksa akibat dosa manusia. Contohnya di bacaan kita hari ini, di mana Allah menghukum bangsa Yehuda karena dosa-dosa mereka. Allah menghukum dengan tidak menurunkan hujan dalam waktu yang lama. Akibatnya, persediaan air jadi kritis. Manusia sengsara karena kekurangan air. Rumput mati karena kekeringan. Ternak kelaparan karena tidak ada rumput. Rantai makanan jadi rusak karena salah satu unsur alam tidak ada yaitu air.

 

Realita ini membawa kita belajar bahwa hidup manusia itu rentan. Rentan itu artinya rapuh, lemah, dan mudah goyah. Selain itu, sejak awal, alam memang diciptakan Tuhan untuk kelangsungan dan kesejahteraan hidup semua manusia. Nah, kalau kita manusia ini bertindak buruk kepada alam, maka sama saja dengan kita membahayakan kelangsungan hidup diri kita sendiri. Jadi, hari ini melalui firman-Nya, ada dua hal yang mau disampaikan Allah kepada kita: Pertama, bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri, alias membutuhkan yang lain di luar dirinya untuk dapat menjaga kelangsungan hidupnya. Kedua, bahwa disadari atau tidak, hubungan kita dengan Tuhan ternyata berdampak pada hubungan kita dengan sesama dan alam ciptaan Tuhan.

 

Untuk memulai aktifitas kita, marilah kita belajar mulai sekarang untuk lebih berhati-hati dalam bertindak. Jangan sampai tindakan yang kita lakukan justru merusak hubungan dengan Tuhan, sesama dan lingkungan. Sebab nantinya, kita juga yang akan susah sendiri. Ingatlah selalu bahwa kebahagiaan hidup ditentukan oleh setiap tindakan yang kita lakukan. Kalau kita mau bahagia, maka bertindaklah sesuai dengan perintah-Nya. Karena itu, mari berjuang terus untuk membangun hubungan yang dekat pada Tuhan agar kita selalu bertindak sesuai kehendak-Nya.

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Ya Tuhan mampukan aku untuk selalu bertindak sesuai dengan kehendak-Mu.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon