KONSISTEN PADA-NYA DI TENGAH BERBAGAI PENGARUH

Yesaya 26:1-6

1 Pada waktu itu nyanyian ini akan dinyanyikan di tanah Yehuda:“Pada kita ada kota yang kuat, untuk keselamatan kita Tuhan telah memasang tembok dan benteng. 2 Bukalah pintu-pintu gerbang, supaya masuk bangsa yang benar dan yang tetap setia! 3 Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya. 4 Percayalah kepada Tuhan selama-lamanya, sebab Tuhan ALLAH adalah gunung batu yang kekal. 5 Sebab Ia sudah menundukkan penduduk tempat tinggi; kota yang berbenteng telah direndahkan-Nya, direndahkan-Nya sampai ke tanah dan dicampakkan-Nya sampai ke debu. 6 Kaki orang-orang sengsara, telapak kaki orang-orang lemah akan menginjak-injaknya.”

Saling memengaruhi seringkali muncul di tengah relasi yang dibangun antar manusia. Bukan hal yang salah ketika kita hidup saling memengaruhi dalam hal kebaikan, tetapi akan menjadi salah jika kita saling mempengaruhi dalam hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Allah. Kalau pengaruhnya baik, itu tidak masalah. Tapi kalau buruk, bagaimana?

Sobat Teruna, dalam hidup bertetangga dengan bangsa lain, bangsa Yehuda ternyata jatuh dalam pengaruh yang buruk. Mereka banyak dipengaruhi oleh cara hidup bangsa lain yang senang melakukan perbuatan yang di mata Tuhan adalah kekejian. Tetapi meski banyak di antara mereka yang jatuh dalam kelakuan buruk itu, tetap saja ada yang memilih untuk tidak terpengaruh. Mereka yang memilih untuk tidak terpengaruh disebut sebagai orang yang setia dan teguh. Mereka adalah orang yang konsisten dengan apa yang menjadi pilihannya. Dalam teks kita diingatkan bahwa kepada mereka yang tetap setia dan teguh, Tuhan menjanjikan keselamatan dan damai sejahtera. Sementara itu, kepada mereka yang tidak setia dan terpengaruh dosa, Tuhan akan menjatuhkan dan membuang mereka.

Sobat Teruna, membangun relasi dengan sesama atau bergaul adalah penting. Wawasan kita akan semakin luas dan teman pun semakin banyak. Namun, sebagai teruna Kristiani, kita harus waspada di tengah pergaulan kita; jangan sampai karena pengaruh dari pergaulan, kita meninggalkan Tuhan dan perintah-Nya. Mari menjadi teruna Kristiani yang konsisten dalam memegang prinsip yang sesuai kebenaran Allah. Bagaimana caranya? Sediakan waktu untuk Allah dan bukan sisakan waktu bagi Allah. Artinya sesibuk apa pun kita, jadikan Allah yang utama dan bukan yang terakhir. Marilah mulai menanam kesetiaan dan keteguhan pada-Nya dengan melakukan firman secara konsisten.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, mampukan aku menjadi teruna yang selalu menyediakan waktu bagi Engkau, sehingga kekuatan firman-Mu menguatkanku untuk tetap konsisten pada-Mu.