MEMUJI TUHAN DENGAN KETULUSAN

Mazmur 33:1-9

1 Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam Tuhan! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur. 2 Bersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali! 3 Nyanyikanlah bagi-Nya nyanyian baru; petiklah kecapi baik-baik dengan sorak-sorai! 4 Sebab firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. 5 Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia Tuhan. 6 Oleh firman Tuhan langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya. 7 Ia mengumpulkan air laut seperti dalam bendungan,Ia menaruh samudera raya ke dalam wadah. 8 Biarlah segenap bumi takut kepada Tuhan, biarlah semua penduduk dunia gentar terhadap Dia! 9 Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada.

Pernahkah kita memberikan pujian kepada orang-orang di sekitar kita? Biasanya ketika kita memberikan pujian kepada mereka, pasti karena mereka telah melakukan kebaikan atau pun hal-hal yang hebat di dalam hidupnya. Namun, terkadang ada juga orang yang memberikan pujian kepada orang lain bukan karena orang lain benar-benar melakukan hal yang hebat; tetapi sekedar supaya dirinya mendapatkan keuntungan yang lebih. Nah, sekarang bagaimana dengan kita?

Sobat Teruna, motivasi dari pujian yang kita berikan kepada orang lain merupakan gambaran secara nyata motivasi yang kita miliki ketika memuji Tuhan. Apakah kita memuji Tuhan karena kebaikan dan kesetiaan-Nya di dalam hidup kita atau ternyata kita memuji Tuhan agar Allah dapat mewujudkan keinginan kita? Hari ini kita semua belajar dari pemazmur untuk sungguh-sungguh menaikkan pujian dan syukur hanya kepada Tuhan. Pemazmur mengingatkan bahwa kita harus menaikkan pujian kepada Tuhan karena firman-Nya yang selalu memberikan kekuatan bagi kita dan juga karena kesetiaan Tuhan yang selalu ada memelihara dan menjaga kita setiap saat.

Perenungan bagi kita “Sudahkah kita senantiasa menaikkan pujian bagi Tuhan dengan ketulusan hati?” atau “Pujian yang kita naikkan kepada Tuhan masih mengandung keinginan-keinginan terselubung agar Tuhan mewujudkan keiinginan kita?” Jika hal yang kedua ini yang terjadi, maka akan ada waktu kita meninggalkan Tuhan saat kehendak kita berbeda dengan kehendak Tuhan. Karena itu, mari naikkan pujian syukur hanya kepada Tuhan dengan hati yang tulus, karena di dalamnya kita akan mengalami kekuatan di berbagai kesulitan yang kita hadapi.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan, Tuhan yang Maha baik, ajar aku untuk memiliki hati yang tulus dalam menaikkan pujian bagi-Mu.