PAKAILAH TALENTA DAN BAKATMU


I Korintus 14:26-28

26 Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun. 27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya. 28 Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.

Jika dipertanyakan kepada Sobat Teruna tentang talenta atau bakat kita, pasti masing-masing akan menjawab sesuai kemampuan diri yang kita miliki; seperti bernyanyi, memainkan alat musik (gitar, organ, dll.), pandai berenang, karate, dsb. Semua kemampuan diri tersebut harus terus dikembangkan dan ditingkatkan agar lebih bermanfaat dan berhasil di masa yang depan. Keberhasilan dalam menggunakan talenta yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada kita tujuannya agar kita semua bisa menjadi berkat bagi orang di sekitar kita. Sehingga bukan untuk menonjolkan diri sendiri.

Sobat Teruna, jemaat di Korintus memiliki berbagai macam kemampuan. Persoalannya adalah jemaat Korintus tidak memakai atau mempergunakan berbagai macam kemampuan diri tersebut untuk kebersamaan dalam menggapai tujuan bersama. Yang terjadi adalah persaingan diri. Masing-masing merasa mereka lebih mampu dan lebih hebat dari yang lain. Akibatnya terjadi perpecahan yang justru membuat jemaat menjadi lemah. Paulus mengingatkan akan hal ini. Hendaklah talenta atau kemampuan yang berbeda itu saling memperkaya satu dengan yang lain. Jika kemampuan dipakai untuk saling memperkaya, maka ada kebersamaan dan kekuatan jemaat dalam persekutuan.

Satu kegiatan pasti berhasil jika kemampuan diri disatukan menjadi satu. Masing-masing kita melakukan sesuai kemampuan dan bakat yang ada. Contoh ketika kita melaksanakan kegiatan Natal, tentunya dipersiapkan dan dikerjakan sesuai kemampuan dan bakat kita. Dengan demikian menghasilkan acara yang baik. Selain itu, dengan memakai kemampuan kita tersebut dapat menjadi berkat bagi sesama. Jangan sia-siakan kemampuan yang ada. Terus kembangkan dan pakailah kemampuan yang ada tersebut menjadi kemampuan diri untuk masa depan. Sekarang mari kita nyatakan kemampuan kita agar menjadi berkat bagi sesama.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Bapa, terimakasih atas kemampuan yang Engkau berikan kepadaku.