MENJADI MAHKOTA KEMULIAAN ALLAH


Yesaya 62 : 1–5

1 Oleh karena Sion aku tidak dapat berdiam diri, dan oleh karena Yerusalem aku tidak akan tinggal tenang, sampai kebenarannya bersinar seperti cahaya dan keselamatannya menyala seperti suluh. 2 Maka bangsa-bangsa akan melihat kebenaranmu, dan semua raja akan melihat kemuliaanmu, dan orang akan menyebut engkau dengan nama baru yang akan ditentukan oleh Tuhan sendiri. 3 Engkau akan menjadi mahkota keagungan di tangan Tuhan dan serban kerajaan di tangan Allahmu. 4 Engkau tidak akan disebut lagi “yang ditinggalkan suami”, dan negerimu tidak akan disebut lagi “yang sunyi”, tetapi engkau akan dinamai “yang berkenan kepada-Ku” dan negerimu “yang bersuami”, sebab Tuhan telah berkenan kepadamu, dan negerimu akan bersuami. 5 Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.

Bagi seorang pemimpin kerajaan, mahkota adalah simbol kekuasaan, kejayaan, bahkan kemegahan. Hampir semua raja atau ratu di dunia pasti memiliki mahkota. Contohnya adalah mahkota St. Edward yang dikenakan oleh Putri Elizabeth II pada saat penobatannya sebagai ratu Inggris di tahun 1953. Mahkota setinggi 30 cm itu terbuat dari emas murni dan bertahtakan 444 batu permata pilihan. Sobat, tahu berapa berat dari mahkota St. Edward yang harus dipakai sang ratu? Dua koma dua kilogram! Wow, luar biasa beratnya, ya?

Pada nubuatannya, Yesaya menyampaikan bahwa bangsa itu akan hancur dan terbuang, tetapi Allah akan memulihkan mereka dan perubahan drastis akan terjadi. Yehuda akan memancarkan terang kepada segala bangsa karena kembali hidup dalam kebenaran dan keselamatan (ay 1-2). Mereka diibaratkan seperti mahkota keagungan dan serban (kain kemuliaan) di tangan Allah (ay 3). Ada nama baru yang disematkan bagi mereka dan Allah akan bersuka karena bangsa itu kembali kepada-Nya (ay 4-6).

Sobat Teruna, bacaan kita menyampaikan bahwa selama kita terus bersandar kepada Allah, maka Dia berkuasa mengubah situasi yang kita hadapi. Nilai sekolah yang menurun atau persaingan prestasi yang tidak sehat di tahun lalu, jangan membuat kita uring-uringan lalu kecewa terhadap Tuhan. Ada pilihan untuk mencari jalan keluar sendiri dan melupakan kuasa Allah yang sanggup memulihkan keadaan. Jangan ambil pilihan itu! Tuhan peduli kepada orang yang memercayakan hidup kepada-Nya. Ketika dipulihkan, dengan sendirinya kehidupan kita akan memancarkan terang dan kemuliaan Allah. Ingat ya, bagi Tuhan, kita jauh lebih berharga dan mulia dari mahkota St. Edward milik kerajaan Inggris itu!

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan, aku tidak tahu jalan di depan akan berbatu atau rata, tetapi aku bertekad untuk menyerahkan hidup seluruhnya kepada rencana-Mu karena aku tahu aku dikelilingi oleh perhatian-Mu yang sanggup memulihkan segala keadaan.

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon