PENULIS SKENARIO TERBAIK


Yesaya 63 : 7-14

7 Aku hendak menyebut-nyebut perbuatan kasih setia Tuhan, perbuatan Tuhan yang masyhur, sesuai dengan segala yang dilakukan Tuhan kepada kita, dan kebajikan yang besar kepada kaum Israel yang dilakukan-Nya kepada mereka sesuai dengan kasih sayang-Nya dan sesuai dengan kasih setia-Nya yang besar. 8 Bukankah Ia berfirman: “Sungguh, merekalah umat-Ku, anak-anak yang tidak akan berlaku curang,” maka Ia menjadi Juruselamat mereka 9 dalam segala kesesakan mereka. Bukan seorang duta atau utusan, melainkan Ia sendirilah yang menyelamatkan mereka; Dialah yang menebus mereka dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya. Ia mengangkat dan menggendong mereka selama zaman dahulu kala. 10 Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya; maka Ia berubah menjadi musuh mereka, dan Ia sendiri berperang melawan mereka. 11 Lalu teringatlah mereka kepada zaman dahulu kala, zaman Musa, hamba-Nya itu: Di manakah Dia yang membawa mereka naik dari laut bersama-sama dengan penggembala kambing domba-Nya? Di manakah Dia yang menaruh Roh Kudus-Nya dalam hati mereka; 12 yang dengan tangan-Nya yang agung menyertai Musa di sebelah kanan; yang membelah air di depan mereka untuk membuat nama abadi bagi-Nya; 13 yang menuntun mereka melintasi samudera raya seperti kuda melintasi padang gurun? Mereka tidak pernah tersandung, 14 seperti ternak yang turun ke dalam lembah. Roh Tuhan membawa mereka ke tempat perhentian. Demikianlah Engkau memimpin umat-Mu untuk membuat nama yang agung bagi-Mu.

Sobat Teruna, banyak yang bilang pelajaran sejarah itu membosankan, bikin ngantukdan cuma buang-buang waktu karena isinya cuma hafalan tentang tokoh, nama tempat dan tahun kejadian. Padahal peran sejarah tidak sesempit itu loh. Sejarah Kartini bukan hanya tentang Jepara, 21 April dan pahlawan wanita. Kisah Kartini adalah kisah tentang keinginannya mendobrak tembok budaya Jawa saat itu yang mengharuskan wanita diam patuh di rumah dan menunggu waktu dilamar. Jadi, sejarah juga berisi nilai-nilai dan semangat positif yang dapat dijadikan referensi kehidupan oleh kita.

Bagaimana dengan sejarah penyertaan Allah bagi umat Israel di bacaan kita? Sejarah itu dapat memercikkan kembali api harapan yang hampir pudar karena beratnya penindasan yang diderita oleh umat Allah. Yerusalem akan hancur dan umat akan menjadi tawanan di Babel. Dihantui suramnya situasi yang akan dihadapi kaum Israel tidak membuat Yesaya malas bersyukur. Ia tetap ingin terus menceritakan kasih dan kebajikan Tuhan (ayat 7-9). Ia mengakui kaumnya telah memberontak dan Allah menghukum mereka (ayat 10). Di dalam permohonannya, Yesaya menggantungkan harapan keselamatan kepada Tuhan yang maha perkasa yang telah membela dan menuntun leluhur mereka melintasi padang gurun menuju Tanah Perjanjian (ayat 11-14).

Sobat terkasih, meneropong hari-hari yang lalu, baiklah kita mengingat-ingat perbuatan besar yang Tuhan telah lakukan. Jika meraih prestasi, ingatlah bahwa itu karena kebajikan Allah. Jika terjadi tragedi, percayalah Tuhan yang setia akan membela dan menuntun kita. Jika kita masih memberontak, segeralah memohon pengampunan dan alami pemulihan-Nya. Selanjutnya, biarkan Tuhan, Sang Penulis skenario terbaik menulis kisah hidup kita dengan tinta kasih-Nya dan menjadikan kita pribadi yang tangguh beriman.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ajar aku Tuhan, untuk senantiasa bersyukur atas penyertaan-Mu di tahun yang telah berlalu dan tolong aku untuk memelihara semangat yang tak pernah putus di dalam menjalani hari-hari ke depan bersama-Mu.

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon