BERPATOKAN HANYA PADA ‘GPS’-NYA ALLAH

10 Jan 2019

Yesaya 65 : 1-7

 

1 Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku.A ku telah berkata: “Ini Aku, ini Aku!” kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku. 2 Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada suku bangsa yang memberontak,y ang menempuh jalan yang tidak baik dan mengikuti rancangannya sendiri; 3 suku bangsa yang menyakitkan hati-Ku senantiasa di depan mata-Ku, dengan mempersembahkan korban di taman-taman dewa dan membakar korban di atas batu bata; 4 yang duduk di kuburan-kuburan dan bermalam di dalam gua-gua; yang memakan daging babi dan kuah daging najis ada dalam kuali mereka; 5 yang berkata: “Menjauhlah, janganlah meraba aku, nanti engkau menjadi kudus olehku!” Semuanya ini seperti asap yang naik ke dalam hidung-Ku, seperti api yang menyala sepanjang hari. 6 Sesungguhnya, telah ada tertulis di hadapan-Ku: Aku tidak akan tinggal diam, malah Aku akan mengadakan pembalasan,ya, pembalasan terhadap diri mereka, 7 atas segala kesalahan mereka sendiri, maupun atas kesalahan nenek moyangnya, semuanya serentak, firman Tuhan. Sebab mereka telah membakar korban di atas gunung-gunung dan mengaibkan Aku di atas bukit-bukit. Memang Aku akan menakar ke dalam jubah mereka upah untuk perbuatan-perbuatan mereka yang dahulu!

 

Dulu alat navigasi kompas dan peta diperlukan guna mencari daerah tujuan untuk berlayar atau berperang. Sekarang ada Google Maps berbasis GPS (Global Positioning System) di smartphone yang memandu kita menuju lokasi tujuan disertai perkiraan waktu tempuh ke sana. GPS memberikan petunjuk berapa meter lagi harus belok ke kiri atau tetap jalan lurus bahkan menginformasikan jika rute yang kita akan tempuh mengalami kemacetan.

 

Sobat Teruna, pada dasarnya manusia senantiasa memerlukan petunjuk, sehingga IPTEK menghasilkan alat bantu navigasi digital seperti Google Maps atau Waze. Kita tidak mau tersesat. Allah berkenan memberikan petunjuk karena Ia berusaha memelihara persekutuan dengan manusia (ayat 1-2a). Itulah God’s Provisioning System(GPS) – sistem pemeliharaan Allah bagi kita. Inisiatif itu datang dari Allah. Ia memberi pentunjuk meskipun tidak ditanya, bersedia ditemukan kendati pun tidak dicari, menyatakan diri walaupun tidak ada yang memanggil. Tetapi umat-Nya bandel, meninggalkan petunjuk Allah dan menyembah dewa-dewa (ayat 2b-7). Mereka tersesat, akhirnya menjadi orang-orang tawanan dan buangan di negeri asing.

 

Sobat terkasih, kita tentu memiliki tujuan hidup atau cita-cita. Hari ini Tuhan mengingatkan kita untuk tidak meninggalkan Dia dalam perjalanan mencapai tujuan itu, apa pun ketetapan Tuhan nantinya. Yang jelas, Tuhan tidak mau kita tersesat. Tuhan mempunyai alat navigasi canggih yaitu firman-Nya di dalam Alkitab. Percayalah hanya kepada Tuhan dan akui Dia agar Ia senantiasa memelihara kita di jalan-Nya yang lurus (Amsal 3:5-6). Berkat dan kutuk adalah pilihan yang tersedia. Berkat jika kita tinggal dalam persekutuan dengan Tuhan. Jangan menyeleweng dari GPS-Nya, karena kita tidak mau tersesat dan akhirnya justru mendapat kutuk.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Tuhan yang baik, peliharalah langkahku menuju cita-cita yang Engkau tetapkan bagiku. Biarkan aku menemukan keutamaan-Mu dalam hari-hari hidupku untuk menjadi anak yang diberkati dan menjadi berkat bagi sesamaku.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon