top of page

HIDUP BERSAMA TUHAN SELALU MANISE


 

Yesaya 65 : 13-14

13 Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: “Sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan makan, tetapi kamu akan menderita kelaparan; sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan minum, tetapi kamu akan menderita kehausan; sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan bersukacita, tetapi kamu akan mendapat malu; 14 sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan bersorak-sorai karena gembira hatinya, tetapi kamu akan mengerang karena sedih hati, dan kamu akan menangis karena patah semangat.

 

Sobat Teruna, pernahkah mendengar lagu rohani berjudul “HATI S’BAGAI HAMBA”? Bagian terpopuler dari lagu ini adalah refrain-nya: “Inilah yang kupunya, hati s’bagai hamba, yang mau taat dan setia pada-Mu Bapa. Kemana pun kubawa hati yang menyembah dalam Roh dan kebenaran sampai s’lamanya.” Lirik lagu ini begitu sederhana dan melodinya amat menyentuh sehingga banyak penyanyi rohani yang membawakan lagu ini dalam kesempatan bersaksi maupun peribadahan.

Seorang hamba pasti bersedia menuruti apa perintah tuannya dan melayani dia dengan baik. Hamba yang baik memiliki jiwa pengabdian sepenuh hati, setia, tekun dan rendah hati kepada tuannya. Ada upah bagi seorang hamba yang baik. Pada bacaan kita ada perbandingan kontras antara upah dari hamba yang baik dan yang memberontak. Hamba yang baik akan makan, minum, bersukacita dan bersorak-sorai sementara hamba yang tidak setia akan kelaparan, haus, malu dan mengerang serta menangis. Suatu saat nanti, akan ada berkat bagi yang setia, ada kutuk bagi yang menyeleweng.

Sobat terkasih, hidup sebagai hamba tidak mudah dan tidak nyaman. Pasti bukan juga hidup tanpa musuh. Jika orang tua kita dalam keterbatasan ekonomi, jangan menuntut lebih dari yang mereka sanggupi. Bila kita diberi label “kafir” karena beriman kepada Tuhan Yesus, jangan pula merasa malu. Jika kita patah semangat karena melihat orang tua kita terus bertengkar, jangan menyerahkan ketenangan hidup kepada ganja atau obat terlarang. Susah maupun senang, jadilah hamba yang taat dan setia karena Tuan kita yang sejati yaitu Yesus Kristus sudah melalui penderitaan yang lebih dahsyat ketika menanggung dosa seisi dunia, termasuk kita.

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan, tolonglah aku menjadi hamba yang setia, rela belajar dan bertumbuh dalam kebenaran yang sejati. Apa pun situasi yang kuhadapi, aku mau melangkah ke depan dalam keyakinan bahwa Tuhan tidak akan meninggalkan aku.

 

bottom of page