top of page

PERTANGGUNGJAWABAN DAN MENGASIHI


 

II Petrus 1 : 16-18

16 Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya. 17 Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” 18 Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus.

 

Perkembangan informasi teknologi menyebabkan kita dapat menerima berita-berita apa pun. Kiat untuk bermain game android yang kita sukai pun dapat kita temui dengan mudah. Informasi seputar kesehatan yang siap dibagikan kepada orang yang kita sayangi pun bertimbun-timbun banyaknya. Masalahnya, adalah apakah berita atau informasi itu dapat dipertanggungjawabkan? Sebuah berita yang disampaikan kepada orang lain membutuhkan keakuratan. Berita yang disampaikan itu adalah berita yang sungguh-sungguh benar, bukan sekedar karangan atau khayalan saja.

Petrus menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam pembukaan suratnya. Dia menyatakan, bahwa seluruh pemberitaan tentang Tuhan Yesus dapat dipertanggungjawabkan, sebab dia adalah saksinya. Bersama dengan Yohanes dan Yakobus, Petrus adalah saksi yang melihat sendiri penetapan Tuhan Yesus sebagai Yang Satu-satunya yang mendapat perkenanan dari Allah. Mereka menjadi saksi, bahwa kehidupan Tuhan Yesus adalah untuk menggenapi hukum Taurat dan nubuat para nabi. Melalui kesaksian dan pertanggungjawabannya tersebut, Petrus mengingatkan para pembaca suratnya agar mereka menjaga iman mereka kepada Yesus Kristus dan memiliki pengetahuan yang benar tentang iman mereka.

Kita telah mengenal Tuhan Yesus sebagai Juruselamat yang telah membuka jalan menuju kemuliaan sorgawi. Karena pengenalan tersebut, kita diharapkan mampu memberitakan dengan penuh tanggung jawab kepada setiap orang, bahwa di dalam Yesus Kristus terdapat kepastian keselamatan; kehidupan di sorga. Pengalaman-pengalaman dalam kehidupan dapat menjadi dasar pertanggungjawaban kita; baik pengalaman kita sendiri maupun pengalaman orang lain. Melalui pemberitaan tentang Tuhan Yesus, kita telah menunjukkan kasih kita kepada semua orang. Kita pun berharap, bahwa semua orang yang mendengar pemberitaan kita akan memberitakan kepada orang-orang lain, sehingga mereka pun turut memperoleh keselamatan yang dijanjikan Allah.

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan, tuntunlah aku untuk memahami tanggungjawabku dalam memberitakan tindakan kasih dari-Mu.

 

bottom of page