BERAGAM REAKSI DARI KEBERHASILAN


Yosua 9 : 1-5

1 Ketika terdengar oleh raja-raja di sebelah barat sungai Yordan, di Pegunungan, di Daerah Bukit dan sepanjang tepi pantai Laut Besar sampai ke seberang gunung Libanon, yakni raja-raja orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, 2 bergabunglah mereka dengan seia sekata untuk memerangi Yosua dan orang Israel. 3 Tetapi ketika terdengar kepada penduduk negeri Gibeon apa yang dilakukan Yosua terhadap Yerikho dan Ai, 4 maka mereka pun bertindak dengan memakai akal: mereka pergi menyediakan bekal, mengambil karung yang buruk-buruk untuk dimuatkan ke atas keledai mereka dan kirbat anggur yang buruk-buruk, yang robek dan dijahit kembali, 5 dan kasut yang buruk-buruk dan ditambal untuk dikenakan pada kaki mereka dan pakaian yang buruk-buruk untuk dikenakan oleh mereka, sedang segala roti bekal mereka telah kering, tinggal remah-remah belaka.

Pernahkah kamu berhasil melakukan sebuah tugas atau berhasil menyelesaikan sebuah masalah. Pastinya perasaan kita sangat senang dan sukacita. Tapi pernahkah di tengah keberhasilan dan kesuksesan, kita juga belajar waspada terhadap beragam reaksi orang-orang di sekitar kita? Ya, realitanya tidak semua keberhasilan yang kita capai memberikan dampak positif; tetapi dapat juga melahirkan beragam reaksi; baik maupun tidak.

Hal ini jugalah yang dialami oleh Yosua ketika Ia berhasil membinasakan kota Yerikho yang bertembok sangat tebal dan juga membinasakan kota Ai. Berita keberhasilan Yosua terdengar kepada semua bangsa-bangsa dan menimbulkan beragam reaksi. Di satu sisi; orang Het, Amori, Kanaan, Feris, Hewi dan Yebus menyikapi keberhasilan Yosua dengan membentuk koalisi agar semakin memiliki pertahanan yang kuat, sehingga mereka sanggup mengalahkan Yosua.

Namun, berbeda dengan reaksi yang muncul dari orang Gibeon. Mereka bereaksi dengan mengatur rencana untuk menipu Yosua agar mereka tidak ikut dibinasakan oleh Yosua. Orang Gibeon mengatur rencana dengan menyamar sebagai penduduk suatu negeri yang jauh dengan memakai baju, sepatu dan tempat perbekalan yang buruk agar dikira oleh Yosua mereka berasal dari tempat yang sangat jauh sehingga Yosua bersedia untuk membangun perdamaian dengan mereka.

Sobat Teruna, hari ini kita belajar dari pengalaman hidup Yosua bahwa di tengah keberhasilan, kita tetap harus waspada. Jangan terlalu bangga dengan keberhasilan yang diraih, karena keberhasilan yang diraih dapat menghasilkan berbagai reaksi dari orang di sekitar yang dapat merebut keberhasilan yang sudah dicapai. Karena itu, di tengah keberhasilan sekalipun, tetaplah jangan melupakan Tuhan di dalam hidup kita.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan, pertolongan-Mu tetap diperlukan meskipun di tengah keberhasilan; agar kami tetap waspada terhadap berbagai reaksi lingkungan atas keberhasilan yang kami raih.