RELASI YANG RUSAK? PERBAIKI!

23 Feb 2019

Galatia 4 : 12-15

 

12 Aku minta kepadamu, saudara-saudara, jadilah sama seperti aku, sebab aku pun telah menjadi sama seperti kamu. Belum pernah kualami sesuatu yang tidak baik dari padamu. 13 Kamu tahu, bahwa aku pertama kali telah memberitakan Injil kepadamu oleh karena aku sakit pada tubuhku. 14 Sungguhpun demikian keadaan tubuhku itu, yang merupakan pencobaan bagi kamu, namun kamu tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang hina dan yang menjijikkan, tetapi kamu telah menyambut aku, sama seperti menyambut seorang malaikat Allah, malahan sama seperti menyambut Kristus Yesus sendiri. 15 Betapa bahagianya kamu pada waktu itu! Dan sekarang, di manakah bahagiamu itu? Karena aku dapat bersaksi tentang kamu, bahwa jika mungkin, kamu telah mencungkil matamu dan memberikannya kepadaku.

 

Persahabatan tidaklah selalu berjalan dengan baik. Ada masa relasi kita rusak dengan sahabat. Ketika saat itu terjadi, apa yang seharusnya kita lakukan? Perikop bacaan hari ini menceritakan bagaimana relasi Paulus dan jemaat Galatia. Paulus menuliskan bahwa dalam kondisi Paulus yang tidak baik sekalipun, jemaat Galatia tetap menjadi sahabat yang menerima Paulus apa adanya. Jemaat Galatia tidak melihat kondisi yang dialami Paulus sebagai sesuatu yang hina dan menjijikkan tetapi mereka justru menyambut Paulus dan injil yang diberitakan olehnya seperti jemaat menyambut Kristus Yesus sendiri (ay. 14). Jemaat Galatia bahkan rela memberikan mata mereka dan memberikannya kepada Paulus (ay. 15). Sungguh suatu hubungan yang luar biasa. Namun sayang, hubungan itu tidak berlangsung lama karena adanya orang-orang yang memfitnah Paulus dengan menyatakan bahwa dia adalah rasul palsu yang menyebarkan injil palsu. Hal ini mengakibatkan relasi Paulus dan jemaat menjadi rusak.

 

Melalui surat kepada jemaat di Galatia, Paulus berusaha untuk menegaskan bahwa dia adalah rasul yang benar dari Allah dan mengabarkan injil yang benar (Gal 1:18-2:10). Mengapa Paulus menuliskan hal ini? Karena Paulus ingin jemaat tetap memiliki iman yang benar di dalam Kristus, tapi juga Paulus rindu memperbaiki relasi yang dia miliki dengan jemaat Galatia.

 

Sobat Teruna, menjadi sahabat seringkali tidak mudah, sebagaimana Paulus berusaha memperbaiki relasinya dengan jemaat Galatia. Mari saat ini kita mengingat orang-orang yang dulu mungkin adalah sahabat kita, tapi karena satu dan lain hal, relasi kita menjadi tidak baik dengan mereka. Mari belajar dari teladan Paulus, kita mendekati mereka kembali dan berusaha memperbaiki relasi yang rusak.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Tuhan, tolong aku untuk berani memperbaiki relasi yang rusak dengan sahabatku.

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon