MENANTI


Kejadian 14 : 17-20

1 Kemudian Tuhan menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik. 2 Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah, 3serta berkata: “Tuanku, jika aku telah mendapat kasih tuanku, janganlah kiranya lampaui hambamu ini. 4 Biarlah diambil air sedikit, basuhlah kakimu dan duduklah beristirahat di bawah pohon ini; 5 biarlah kuambil sepotong roti, supaya tuan-tuan segar kembali; kemudian bolehlah tuan-tuan meneruskan perjalanannya; sebab tuan-tuan telah datang ke tempat hambamu ini.” Jawab mereka: “Perbuatlah seperti yang kaukatakan itu.” 6 Lalu Abraham segera pergi ke kemah mendapatkan Sara serta berkata: “Segeralah! Ambil tiga sukat tepung yang terbaik! Remaslah itu dan buatlah roti bundar!” 7 Lalu berlarilah Abraham kepada lembu sapinya, ia mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik dagingnya dan memberikannya kepada seorang bujangnya, lalu orang ini segera mengolahnya. 8 Kemudian diambilnya dadih dan susu serta anak lembu yang telah diolah itu, lalu dihidangkannya di depan orang-orang itu; dan ia berdiri di dekat mereka di bawah pohon itu, sedang mereka makan. 9 Lalu kata mereka kepadanya: “Di manakah Sara, isterimu?” Jawabnya: “Di sana, di dalam kemah.” 10 Dan firman-Nya: “Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki.” Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya. 11 Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid.

Sobat Teruna, apakah kita pernah merasakan sepertinya sudah berdoa sungguh-sungguh tetapi tidak kunjung mendapatkan seperti yang kita doakan? Sebagai orang Kristen tentu kita diajarkan untuk mendoakan apa yang menjadi kebutuhan dan kerinduan kita. Juga diajarkan menunggu jawaban doa dengan sabar serta peka terhadap jawaban yang Tuhan nyatakan. Namun, kadang-kadang ketika menunggu jawaban doa yang terlalu lama, bisa membuat kita ragu-ragu, marah, atau bahkan menjadi malas berdoa bahkan bisa membuat kita merasa putus asa. Bahkan pikiran kita mungkin dipenuhi oleh hal tersebut hingga akhirnya tidak memerhatikan atau mempunyai waktu untuk melayani sesama kita.

Mari kita belajar dari Abram. Dalam budaya Abram, mempunyai keturunan dianggap sangat penting untuk meneruskan garis keluarga. Tuhan telah menjanjikan keturunan bagi Abram (Kejadian 12:2-3). Kenyataannya, sepuluh tahun berlalu sejak janji itu dinyatakan, Abram dan Sara tak kunjung mendapatkan keturunan. Usia Abram telah lanjut dan Sara sudah tidak mengalami haid lagi. Dalam masa penantiannya, Abram tidak kehilangan semangat untuk melayani tamu-tamu asingnya. Dalam kisah ini, Abram bahkan turun tangan menyiapkan jamuan dengan kualitas terbaik. Tuhan kembali meneguhkan janji-Nya kepada Abram. Sara akan mengandung keturunannya. Kali ini, ia diminta untuk menunggu setahun lagi.

Seperti Abram, kita mungkin telah mendoakan suatu hal terus-menerus dan sangat sulit menerima ketika yang kita harapkan tidak kunjung terjadi. Dari kisah ini, kita belajar untuk bersikap sabar, tetap berpengharapan kepada Allah serta tidak kehilangan semangat untuk melayani orang-orang di sekitar kita.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Allah, terima kasih telah mengingatkanku untuk bersabar dalam menanti jawaban doa. Tolong aku untuk tetap berpengharapan kepada-Mu dan tidak kehilangan semangat memerhatikan dan melayani orang-orang di sekitarku.