PEDULI


Yosua 2 : 11-14

11 Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah semangat setiap orang menghadapi kamu, sebab Tuhan, Allahmu, ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah. 12 Maka sekarang, bersumpahlah kiranya demi Tuhan, bahwa karena aku telah berlaku ramah terhadapmu, kamu juga akan berlaku ramah terhadap kaum keluargaku; dan berikanlah kepadaku suatu tanda yang dapat dipercaya, 13 bahwa kamu akan membiarkan hidup ayah dan ibuku, saudara-saudaraku yang laki-laki dan yang perempuan dan semua orang-orang mereka dan bahwa kamu akan menyelamatkan nyawa kami dari maut.” 14 Lalu jawab kedua orang itu kepadanya: “Nyawa kamilah jaminan bagi kamu, asal jangan kaukabarkan perkara kami ini; apabila Tuhan nanti memberikan negeri ini kepada kami, maka kami akan menunjukkan terima kasih dan setia kami kepadamu.”

Pada bagian ini, kita mengetahui apa yang menjadi motivasi Rahab menolong kedua mata-mata tersebut. Kabar mengenai Allah Israel dan apa yang telah dilakukan-Nya untuk bangsa Israel telah membuat hati seluruh rakyat Yerikho gentar, termasuk Rahab. Rahab mengambil tindakan berani tapi juga bijaksana. Resiko yang harus ia tanggung jika Raja Yerikho tahu apa yang telah diperbuatnya tidak sebanding dengan kebesaran Allah Israel yang telah ia dengar dan membuat gentar seluruh bangsanya. Ia sadar keselamatan ada untuknya jika Ia taat pada Allah orang Israel. Namun, ia tidak menginginkan keselamatan hanya untuk dirinya, tetapi juga bagi seluruh keluarganya. Rahab meminta kedua mata-mata tersebut bersumpah untuk melindunginya dan seluruh keluarganya.

Sobat Teruna, dunia mengajarkan kita melakukan segala sesuatu untuk kepentingan atau kepuasan diri sendiri. Kita menjadi cuek dengan sekitar kita. Kita tidak memiliki kepekaan melihat orang lain yang membutuhkan pertolongan. Seringkali kita disibukkan dengan pikiran dan tindakan bagaimana agar kita menjadi yang terbaik atau mendapatkan yang terbaik. Tujuan hidup kita hanya untuk menguntungkan diri sendiri. Kita lupa bahwa Tuhan mengijinkan kita ada di tempat kita berada untuk menjadi saluran berkat buat orang-orang di sekitar kita. Apa yang sudah kita lakukan untuk asisten rumah tangga kita? Apa yang sudah kita lakukan untuk teman di gereja yang tidak memiliki ongkos untuk datang ke IHMPT? Apa yang sudah kita lakukan untuk nenek tua yang tidur di emperan toko? Mari kita peduli dengan mereka semua.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan, tolong aku untuk meneladani sikap bijaksana dan keberanian Rahab. Tolong aku untuk hidup tidak hanya memikirkan diri sendiri tapi juga untuk peduli dan menolong orang-orang di sekitarku.