MENGAMPUNI ITU INDAH

10 Mar 2019

Matius 18 : 21-35

 

 21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” 22 Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. 23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. 24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. 25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. 26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. 27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. 28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! 29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. 30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. 31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. 32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. 33 Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? 34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. 35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.”

 

 

SobatTeruna, jikalau disuruh memilih, lebih suka diampuni atau mengampuni? Kebanyakan orang akan lebih memilih untuk diampuni daripada mengampuni. Mengapa demikian? Karena ketika seseorang diampuni, dia akan memperoleh sangat banyak sekali keuntungan yang menyenangkan hati. Contohnya, siapa yang tidak senang diampuni lalu dibebaskan dari hukuman? Sebaliknya, apabila kita mengampuni seseorang maka kita harus membuang, melepaskan semua rasa marah, benci, dendam bahkan memberikan kebahagian bagi orang lain. Ada begitu banyak kesenangan yang harus kita lepaskan untuk mengampuni.

 

Tuhan Yesus dalam Injil Matius mengatakan bahwa tidak ada batasan berapa kali kita mengampuni kesalahan sesama. Karena apa? Ketika kita mengampuni kesalahan sesama kita, saat itu Tuhan sedang menghadapkan kita pada ujian, apakah kita menghargai pengampunan yang Tuhan Yesus berikan atau tidak. Perhatikan ayat 32-35, betapa marahnya Tuhan apabila kita tidak mau mengampuni kesalahan sesama. Sikap itu menunjukkan bahwa kita tidak mau menghargai dan mensyukuri semua pengampunan yang Tuhan Yesus berikan. Tanpa kita sadari kita sedang memandang rendah dan meremehkan kebaikan Tuhan dan melepaskan serta melewatkan kesempatan untuk memperoleh berkat Tuhan.

 

Sobat Teruna, ketika kita mengampuni sesama kita, ada begitu banyak hal yang jahat yang kita lepaskan keluar dari dalam diri kita dan memasukan hal yang baik ke dalam hidup kita. Yakinlah, ketika kita berani mengorbankan hati dan pikiran kita untuk melakukan kebaikan, kita akan menuai kebaikan dalam hidup kita. Walaupun kebaikan itu tidak selalu berasal dari mereka yang kita ampuni. Kita akan memperolehnya dari orang lain, tepat pada saat kita membutuhkan sebuah kebaikan dalam hidup kita. Tidak berkekurangan mereka yang suka mengampuni. 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Tugas paling sulit dalam hidup ini adalah mengampuni, tetapi bukan berarti tidak bisa dilakukan. Berilah akuhati yang suka mengampuni untuk kemuliaan nama Tuhan.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon