SALING MENGASIHI


2 Yohanes 1 : 4-6

4 Aku sangat bersukacita, bahwa aku mendapati, bahwa separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa. 5 Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu -- bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya -- supaya kita saling mengasihi. 6 Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.

Rapat Panitia Paskah Pelayanan Kategorian Persekutuah Teruna yang bertema “DAMAI” di Jemaat A berjalan dalam ketegangan karena adanya pro-kontra tentang konsumsi yang akan disajikan. Setiap orang berusaha mempertahankan pendapatnya masing-masing sehingga berujung pada perpecahan. Pada akhirnya terbentuklah kelompok A dan B yang saling bermusuhan. Sungguh ironis dan bertolak belakang dengan tema yang diusung, “Damai”, tetapi itulah kenyataan yang terjadi dalam sebuah persekutuan.

Tidak ada yang dapat mencegah hadirnya sekelompok orang yang gemar menyebarkan ajaran sesat yang diwujudkan dalam sikap membangkang (melawan), tidak menerima teguran dan suka adu argumen. Tetapi, ketika kita mengatakan kita mengasihi Tuhan Allah, perpecahan tidak seharusnya terjadi. Perbedaan wajar terjadi, tetapi ketika kita menyikapinya dengan kasih, perbedaan itu akan menjadi sebuah kekayaan yang tak ternilai.

Sobat Teruna, ketika Firman Tuhan berkata “...janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati...”(1 Petrus 3 : 9). Apa yang kita lakukan? Apakah kita masih merasa bangga ketika mampu membalas kejahatan dengan kejahatan? Mungkin rasa puas atau bangga ada, tetapi hidup yang penuh dengan kedamaian pasti tidak ada.

Sobat teruna, mari belajar menjadi murid Tuhan Yesus yang benar-benar mengasihi Tuhan Yesus dengan segenap hati, tubuh, roh, jiwa dan pikiran kita. Walaupun ada pertentangan dan perbedaan, bukan berarti perpecahan. Tetaplah menghormati perbedaan sambil menjaga kerukunan untuk saling mengasihi sebagai hal yang wajib dilakukan karena Tuhan memerintahkan bagi kita untuk melaksanakannya. Inilah bukti kasih kita pada Tuhan Yesus, yaitu hidup menurut perintah-Nya dan bukan hidup menurut kemauan diri kita sendiri.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, tolonglah aku agar mampu untuk mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh melalui sikap hidup yang seturut dengan ajaran Tuhan Yesus saja.