GENERASI MILLENIAL, GENERASI YANG SETIA PADA KRISTUS


2 Timotius 4 : 10-12

10 karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia. 11 Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku. 12 Tikhikus telah kukirim ke Efesus.

Generasi millenial acapkali dipandang dari kacamata negatif karena ketergantungannya pada internet sebagai dampak dari arus globalisasi yang mendorong mereka untuk melek teknologi juga membuka kesempatan luas berinteraksi dengan manusia dari berbagai belahan dunia tanpa mengenal batas antara negara yang satu dengan negara yang lain sehingga mereka lebih terbuka terhadap perbedaan, luasnya wawasan terhadap keberagaman dan menumbuhkan sifat toleran yang tinggi.

Sobat teruna, sebagai generasi millenial, sudah waktunya bagi kita untuk melek terhadap perubahan yang terjadi pada spiritualitas, moralitas, dan mentalitas manusia yang lebih mengarah pada sikap mencintai dirinya sendiri, menjadi hamba uang, suka membual, menyombongkan diri, menjadi pemfitnah, berontak terhadap orang tua, tidak tahu berterimakasih, tidak memedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang lain, tidak dapat mengekang diri, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah (2 Timotius 3:1-4). Akibatnya, tidak sedikit yang tergerus oleh kejam dan kerasnya perubahan yang terjadi sehingga membawa generasi millenial kehilangan arah tujuan hidup, rentan pada perubahan dan tidak mampu menghadapi tantangan, tekanan hidup serta permasalahan. Seperti yang dilakukan oleh Demas yang lebih memilih untuk mencintai dunia dan meninggalkan Paulus ditengah penderitaan yang sedang dihadapinya.

Sobat Teruna, Tuhan Yesus mengijinkan kita lahir ketika handphone dan media sosial hadir di Indonesia karena Tuhan ingin kita mengembangkan potensi diri dengan menggunakan teknologi dan memanfaatkan arus globalisasi untuk menyatakan kebenaran. Paculah diri menjadi pribadi yang kreativ, aktif dan inovatif dengan tetap menjaga spiritualitas, mentalitas, dan moralitas yang sesuai dengan ajaran Tuhan Yesus.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tolong aku Tuhan agar menghargai setiap kesempatan yang Engkau berikan dalam masa remajaku dan jagalah hatiku agar dapat mengambil keputusan yang bijak demi masa depan yang penuh damai sejahtera.