HIDUP SESUAI AJARAN TUHAN


2 Timotius 4 : 17-18

17 tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa. 18 Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.

Salah satu perbuatan remaja saat ini adalah suka mengolok-olok dan merendahkan teman-temannya yang mengakibatkan temannya menjadi malu, rendah diri dan menjauhi lingkungannya. Pada banyak kejadian, tindakan mengolok-olok dapat menyebabkan seseorang merasa tertekan, malu dan pada akhirnya dapat mengambil tindakan untuk bunuh diri.

Tindakan mengolok-olok dan mempermalukan sesama bukanlah ciri dari remaja Kristen. Seorang remaja Kristen diharapkan dapat mempertahankan perilaku hidupnya sesuai dengan ajaran Tuhan Yesus dan tidak membiarkan diri tergoda untuk ikut serta atau memulai tindakan yang dapat menyakiti sesama. Kondisi inilah yang ingin ditekankan oleh Paulus kepada Timotius agar di dalam pelayanan yang Timotius lakukan, ia tetap menjadi sikap hidup, meneladani kesetiaan sahabat-sahabat Paulus yang tetap mendampinginya dalam Pekabaran Injil walaupun harus mengalami berbagai macam penderitaan. Dan yang paling utama, Paulus menekankan pada Timotius bahwa Tuhan Yesus tidak pernah meninggalkan dan membiarkan Paulus sendirian. Semangat, keberanian, dan kekuatan yang dimiliki Paulus dalam menghadapi semua tantangan dalam pelayanannya berasal dari keyakinannya akan pertolongan Tuhan semata-mata.

SobatTeruna, ada begitu banyak alasan bagi kita untuk mengikuti kebiasaan buruk dalam dunia ini. Apabila saat ini sahabat remaja masih menganggap mengolok-olok dan merendahkan orang lain sebagai hal yang lucu dan menyenangkan diri sendiri, berubahlah karena tindakan itu tidak berkenan dihadapan Tuhan Yesus. Sebaliknya bagi kita yang saat ini harus mengalami rasa malu, tertekan, dan berusaha melarikan diri dari ketakutan karena menjadi korban olok-olakan teman, ingatlah, hidup kita berharga bagi Tuhan dan Tuhan Yesus melihat kesedihan kita. Berdoalah supaya Tuhan menguatkan hati kita untuk memaafkan bukan membenci dan tetaplah berperilaku sesuai ajaran Tuhan Yesus.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, ampunilah aku karena telah membuat temanku tertekan dan malu. Dan kuatkanlah hatiku karena akus enantiasa mendapat ejekan dan ampuni aku apabila telah merancangkan perbuatan yang tidak baik.