TEGAS ATAU KOMPROMI

8 Apr 2019

 

I Raja-raja 15 : 9-15

 

9 Dalam tahun kedua puluh zaman Yerobeam, raja Israel, Asa menjadi raja atas Yehuda. 10 Empat puluh satu tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama neneknya yang perempuan ialah Maakha, anak Abisalom. 11 Asa melakukan apa yang benar di mata Tuhan seperti Daud, bapa leluhurnya. 12 Ia menyingkirkan pelacuran bakti dari negeri itu dan menjauhkan segala berhala yang dibuat oleh nenek moyangnya. 13 Bahkan ia memecat Maakha, neneknya, dari pangkat ibu suri, karena neneknya itu membuat patung Asyera yang keji. Asa merobohkan patung yang keji itu dan membakarnya di lembah Kidron. 14 Sekalipun bukit-bukit pengorbanan tidak dijauhkan, namun Asa berpaut kepada Tuhan dengan segenap hatinya sepanjang umurnya. 15 Ia membawa persembahan-persembahan kudus ayahnya dan persembahan-persembahan kudusnya sendiri ke rumah Tuhan, yakni emas dan perak serta barang-barang lain.

 

 

Raja Asa adalah Raja Yehuda. Ia memiliki pribadi yang sangat baik. Ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan. Ia menghancurkan dan menyingkirkan penyembahan berhala serta pergaulan bebas yang dilakukan umat. Bahkan ia memecat neneknya Maakha yang berpangkat ibu suri karena neneknya membuat patung Asyera yang keji. Asa merobohkan serta membakar patung tersebut di Kidron. Asa juga rajin membawa persembahan kudus ayahnya maupun untuknya sendiri di rumah Tuhan.

 

Sobat Teruna, Asa adalah seorang pemimpin yang tegas dalam soal iman. Ia lebih takut kepada Tuhan daripada orang orang di sekitarnya yang menyembah berhala. Kekuasaan yang diberikan Tuhan kepada Asa sebagai Raja, ia gunakan untuk menghancurkan semua pemberhalaan yang selama ini sudah ada di tengah umat. Bahkan neneknya sendiri ia pecat karena membangun patung kekejian. Asa tidak berkompromi dengan hal-hal jahat yang tidak dikehendaki Allah.

 

Sobat Teruna, sebagai seorang calon pemimpin masa depan, dari sekarang kita harus memiliki ketegasan sikap terhadap segala hal yang tidak berkenan bagi Tuhan. Seorang Teruna, harus menjadi kepala bukan ekor. Artinya, ia yang harus menjadi contoh bagaimana hidup yang baik dan benar di hadapan Tuhan dan sesama (terkhusus di lingkungan teman-teman). Masa muda haruslah menjadi pribadi yang berkwalitas dan kwalitas itu bukan ditentukan oleh apa yang nampak oleh mata tetapi dari dalam hati yaitu sikap yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

 

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Tuhan, jadikanlah kami pribadi yang tegas dan kuat dalam menghadapi tantangan iman. Pakailah kami untuk menjadi alat-Mu yang menghadirkan teladan seturut kehendak-Mu

 

 

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon