PANGGILAN MELAYANI

9 Apr 2019

 

I Tawarikh 16 : 37-43

 

37 Lalu Daud meninggalkan di sana di hadapan tabut perjanjian Tuhan itu Asaf dan saudara-saudara sepuaknya untuk tetap melayani di hadapan tabut itu seperti yang patut dilakukan setiap hari; 38 juga Obed-Edom dan saudara-saudara sepuaknya yang enam puluh delapan orang itu; Obed-Edom bin Yedutun dan Hosa adalah penunggu-penunggu pintu gerbang. 39 Tetapi Zadok, imam itu, dan saudara-saudara sepuaknya, para imam, ditinggalkannya di hadapan Kemah Suci Tuhan di bukit pengorbanan yang di Gibeon, 40 supaya pagi dan petang tetap dipersembahkan korban bakaran kepada Tuhan di atas mezbah korban bakaran, dan supaya dikerjakan segala yang tertulis dalam Taurat Tuhan yang diperintahkan-Nya kepada orang Israel. 41 Dan bersama-sama mereka ikut Heman dan Yedutun dan selebihnya dari orang-orang yang terpilih, yang ditunjuk dengan disebut namanya untuk menyanyikan: “Syukur bagi Tuhan. Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” 42 Pada Heman dan Yedutun itu ada nafiri dan ceracap untuk para pemain, juga alat-alat musik pengiring nyanyian untuk Allah. Dan anak-anak Yedutun harus menjaga pintu gerbang. 43 Sesudah itu pergilah seluruh bangsa itu masing-masing ke rumahnya, dan Daud pulang untuk memberi salam kepada seisi rumahnya.

 

 

Setiap orang di beri peran untuk bekerja dan melayani dalam rumah Tuhan termasuk sobat Teruna. Tetapi, ternyata tidak mudah untuk mendapatkan orang yang terpanggil untuk melayani. Terkadang, lebih merupakan sebuah paksaan jikalau seseorang di ajak untuk melayani Tuhan. Ada saja alasan yang dikemukakan, misalnya, tidak ada waktu alias sibuk, tidak punya talenta, punya talenta tetapi belum terpanggil, tidak PD alias malu dan masih banyak alasan lain. Pokoknya, selalu ada alasan untuk tidak mau melayani. Mungkin sobat Teruna pernah diajak untuk melayani Tuhan. Coba diingat, apakah kita langsung menjawab iya, atau sebaliknya kita juga menolak. Mengapa?

 

Sobat Teruna, perikop hari ini menunjukkan tentang bagaimana tiap orang mendapatkan peran untuk melayani dalam rumah Tuhan. Ada yang sebagai penyanyi, sebagai pemusik, sebagai Imam, sebagai penunggu pintu gerbang rumah Tuhan. Apapun pekerjaanya, semuanya dikerjakan dengan penuh tanggung jawab. Apa yang dikerjakan berbeda-beda tetapi semuanya untuk melayani Tuhan dalam ibadah.

 

Melalui pelayanan dengan berbagai talenta, tiap orang belajar untuk memberi yang terbaik untuk Tuhan, sekecil apapun yang dimilikinya karena Tuhan sudah terlebih dahulu memberi yang terbaik untuknya, yaitu keselamatan. Selain itu, melalui pelayanan tiap orang belajar untuk saling menghargai, saling membantu, belajar untuk menjadi pemimpin, membentuk pribadi yang kuat dan bertanggungjawab. Pelayanan bukan hal yang merugikan, justru sebaliknya memberikan manfaat bagi tiap orang supaya bertumbuh dalam iman dan memiliki pribadi berkualitas. Berarti, sayang sekali kalau kita tidak menggunakan talenta serta kesempatan yang Tuhan beri untuk melayani-Nya.

 

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Tuhan, gerakkanlah hati kami untuk terpanggil melayani-Mu. Pakailah kami sebagai alat untuk memuliakan nama-Mu.

 

 

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon