HADIRKAN DAMAI SEJAHTERA MELALUI TEGURAN


Matius 18 : 15-20

15 “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. 16 Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. 17 Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. 18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. 19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. 20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”


Tuhan Yesus memberi semacam petunjuk praktis bagaimana menegur agar tetap berlangsung “relasi-damai” antara yang menegur dan yang ditegur. Bisa jadi pada zaman itu tengah terjadi hal yang memprihatinkan. Maraknya sikap individulistik sehingga tidak peduli lingkungan, atau perilaku songong, sikap sombong-rohani dan gemar mencari kesalahan orang lain lalu menegur kesalahan orang bukan dengan kritik membangun penuh kasih, melainkan menghakimi serta mempermalukan di depan banyak orang. “Menegur di bawah empat mata” artinya menegur secara pribadi dengan cinta-kasih guna memperbaiki kesalahan, bukan menghakimi untuk maksud menjatuhkan dan mempermalukan.


Merujuk kisah Nicky Cruz kemarin, karena tidak ada seorang pun yang peduli dan menegur cara hidupnya akibat ayah dan ibunya yang gemar melakukan tindakan kekerasan terhadap Nicky, membuat Nicky tumbuh menjadi remaja yang penuh kemarahan. Dalam buku biografinya dia menulis: “Aku adalah binatang-jalang; kota New York adalah hutan-belantaranya; dan karenanya, yang aku tahu, untuk dapat bertahan hidup adalah mempraktikkan hukum-rimba. Binatang tidak tahu perbedaan antara yang benar dan salah; yang baik dan yang tidak baik; yang boleh dan yang tidak boleh. Binatang harus berlaku licik dan juga harus membunuh binatang lainnya agar dapat tetap hidup.” Beruntung ada seorang psikolog dan pendeta yang peduli. Sehingga Nicky dianugerahkan kesempatan untuk bertobat dari seorang yang amat jahat serta anti Kristus menjadi seorang pelayan Kristus yang setia dan berani mengabarkan Injil Kristus bagi anak-anak jalanan di kota New York dan memenangkan hidup mereka bagi kemuliaan Tuhan Yesus.


Jadi, marilah kita tidak melulu sibuk dengan gadget; berilah sapaan dan peduli-kasih terhadap lingkungan, serta berikanlah teguran yang membangun, di mana perlu.


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Terimakasih Tuhan Yesus, atas teguran-Mu bagiku, agar aku tidak cuma sibuk dengan diriku sendiri tetapi mau menghadirkan peduli-kasih bagi lingkungan serta berani memberi teguran yang membangun bagi sesamaku.

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon