top of page

PERILAKU SEKSUAL YANG JAHAT MENGHANCURKAN DAMAI


 

Imamat 18 : 1-20

1 Tuhan berfirman kepada Musa: 2 “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Akulah Tuhan, Allahmu. 3 Janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Mesir, di mana kamu diam dahulu; juga janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Kanaan, ke mana Aku membawa kamu; janganlah kamu hidup menurut kebiasaan mereka. 4 Kamu harus lakukan peraturan-Ku dan harus berpegang pada ketetapan-Ku dengan hidup menurut semuanya itu; Akulah Tuhan, Allahmu. 5 Sesungguhnya kamu harus berpegang pada ketetapan-Ku dan peraturan-Ku. Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya; Akulah Tuhan. 6 Siapa pun di antaramu janganlah menghampiri seorang kerabatnya yang terdekat untuk menyingkapkan auratnya; Akulah Tuhan. 7 Janganlah kausingkapkan aurat isteri ayahmu, karena ia hak ayahmu; dia ibumu, jadi janganlah singkapkan auratnya. 8 Janganlah kausingkapkan aurat seorang isteri ayahmu, karena ia hak ayahmu. 9 Mengenai aurat saudaramu perempuan, anak ayahmu atau anak ibumu, baik yang lahir di rumah ayahmu maupun yang lahir di luar, janganlah kausingkapkan auratnya. 10 Mengenai aurat anak perempuan dari anakmu laki-laki atau anakmu perempuan, janganlah kausingkapkan auratnya, karena dengan begitu engkau menodai keturunanmu. 11 Mengenai aurat anak perempuan dari seorang isteri ayahmu, yang lahir pada ayahmu sendiri, janganlah kausingkapkan auratnya, karena ia saudaramu perempuan. 12 Janganlah kausingkapkan aurat saudara perempuan ayahmu, karena ia kerabat ayahmu. 13 Janganlah kausingkapkan aurat saudara perempuan ibumu, karena ia kerabat ibumu. 14 Janganlah kausingkapkan aurat isteri saudara laki-laki ayahmu, janganlah kauhampiri isterinya, karena ia isteri saudara ayahmu. 15 Janganlah kausingkapkan aurat menantumu perempuan, karena ia isteri anakmu laki-laki, maka janganlah kausingkapkan auratnya. 16 Janganlah kausingkapkan aurat isteri saudaramu laki-laki, karena itu hak saudaramu laki-laki. 17 Janganlah kausingkapkan aurat seorang perempuan dan anaknya perempuan. Janganlah kauambil anak perempuan dari anaknya laki-laki atau dari anaknya perempuan untuk menyingkapkan auratnya, karena mereka adalah kerabatmu; itulah perbuatan mesum. 18 Janganlah kauambil seorang perempuan sebagai madu kakaknya untuk menyingkapkan auratnya di samping kakaknya selama kakaknya itu masih hidup. 19 Janganlah kauhampiri seorang perempuan pada waktu cemar kainnya yang menajiskan untuk menyingkapkan auratnya. 20 Dan janganlah engkau bersetubuh dengan isteri sesamamu, sehingga engkau menjadi najis dengan dia.

 

Lima ayat pendahuluan dalam bacaan kita pagi ini berbicara bahwa setiap umat Tuhan wajib melakukan perintah Tuhan dan setia pada ketetapan-Nya (ayat 1,2,4 dan 5) serta memberlakukan hidup yang tidak serupa dengan dunia ini (ayat 3). Lalu ayat 6 s/d ayat 20 secara khusus menyinggung soal “aurat” dan larangan untuk “menyingkapkan aurat” orang lain. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, aurat adalah bagian tubuh manusia yang tidak boleh kelihatan. Jadi, aurat adalah bagian tubuh yang bila dibiarkan terbuka akan menciptakan rasa malu bagi pemiliknya serta membuat rasa risih bagi orang sekitar yang melihatnya (alat kelamin dan buah dada).


Ayat 6 s/d 20, Tuhan memerintahkan umat-Nya agar jangan pernah sekali-kali menyingkapkan aurat dari anggota keluarga dan orang lain, sekalipun ia bukan keluarga kandung. Mengapa? Karena perbuatan “menyingkap aurat” adalah perbuatan mesum (ayat 17) dan membuat diri menjadi cemar serta najis di hadapan Tuhan (ayat 20). Mengapa? Karena merupakan tindak pelecehan seksual atau perilaku seksual yang jahat dan eksploitatif (hanya untuk melampiaskan nafsu seksual demi pemuasan diri sendiri sendiri namun mempermalukan serta menghilangkan damai dan sejahtera pada diri orang lain).


Sobat Teruna, perbuatan “menyingkap aurat” yang dimaksud di sini, bukan sebatas yang dilakukan secara verbal atau secara langsung pada orang lain sebagai obyek yang konkret, melainkan juga bila menggunakan jenis busana yang mempertontonkan aurat pada tempat yang tidak sesuai, atau juga keranjingan menonton aurat orang lain alias pornografi. Mari kita jaga kekudusan dan jangan mencemarkan serta menajiskan diri yang telah Tuhan Yesus tebus dengan pengurbanan darah-Nya. (band. 1 Korintus 6:18-20).


 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan, tolong aku agar dapat menjaga kekudusan kami sesuai degan firman-Mu dan memakai tubuh ini hanya untuk memuliakan Engkau.

 

bottom of page